ADVERTISEMENT

Cerita Saksi Soal Pertemuan Suami Mirna dengan Rangga dan Misteri 'Bungkusan'

Bartanius Dony - detikNews
Jumat, 21 Okt 2016 15:58 WIB
Foto: Bartanius Dony A/detikcom
Jakarta - Amir Papalia menceritakan detik-detik saat dirinya melihat pertemuan suami Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko, dengan barista Kafe Olivier Rangga Dwi Saputra saat di kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dia juga melihat 'bungkusan' yang diduga berisi uang.

Pria yang mengaku sebagai wartawan ini mengaku menyaksikan pertemuan itu, sehari sebelum kematian Mirna pada 5 Januari 2016.

"Tanggal 5 (Januari 2016), saya melihat (orang mirip Arief dan Rangga) pukul 03.50 WIB di depan Sarinah. Saya melihat seperti mereka (mirip Arief dan mirip Rangga)," kata Amir saat meminta perlindungan di kantor LPSK di Jalan Raya Bogor, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (21/10/2016).

Namun, Amir tidak yakin orang yang dimaksudnya tersebut Arief dan Rangga yang sesungguhnya. "Itu kan saya hanya melihat kemiripan dengan si Arief. Saya tidak bisa yakin seperti itu karena saya belum bertemu Rangga. Di mana Rangga saat itu. Apakah dia ada di Olivier atau tidak," ujar dia.

Selain itu, Amir melihat mobil berwarna silver. "Satu ada mobil silver. Ada yang mirip Rangga. Bajunya yang satu orang kotak-kotak. Yang satu bajunya jeans biru," ungkap Amir yang terbalut baju batik ini.

Bagaimana soal 'bungkusan' itu, Pak? "Pokoknya, salah satu dari mereka pegang bungkusan," jawab Amir singkat. Bungkusan itu diduga berisi uang Rp 140 juta.

Amir mengaku meminta perlindungan ke LPSK untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dia juga menegaskan bukan wartawan gadungan seperti yang dituduhkan oleh pihak-pihak lain.

"Ini surat tugas saya. Yang jelas saya wartawan asli. Ini surat saya. Saya wartawan Divisi Hukum Mabes Polri dan ditandatangani Kabag Hukum Mabes polri," kata Amir.

Jadi, Bapak sebagai saksi atau korban? "Ya bisa saksi, bisa korban," jawab Amir lagi.


Siap Beri Perlindungan


LPSK siap memberikan perlindungan untuk Amir. "Siapa pun punya hak mendapat perlindungan bagi yang mempunyai posisi sebagai saksi maupun korban. Tergantung seberapa penting infonya dan ada atau tidaknya ancaman. Benar tidaknya informasi bukan kewenangan LPSK. Masuk ke substansi itu," kata Wakil Ketua LPSK, Lies Sulistiani.
LPSK siap melindungi saksi Amir. Foto: Foto: Bartanius Dony/detikcom
LPSK siap melindungi saksi Amir.


Menurut dia, Amir belum mendapatkan ancaman dari pihak manapun. "Secara faktual belum. Potensi ancaman juga kami masih menilai," ujar dia.

Lies menambahkan Amir hanya menyampaikan informasi semata, dan tidak melampirkan bukti tertentu maupun foto-foto.

"Bukti dalam arti foto itu tidak diperlihatkan. Hanya dia mengaku melihat ada pertemuan. Kami mengorek ya, informasi kan juga bisa jadi bukti. Dia datang ke sini untuk antisipasi," kata Lies.


Menanggapi kesaksian Amir, Arief dan Rangga telah membantahnya. (aan/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT