"Sebelumnya BIN ketika masih dipimpin Pak Sutiyoso sudah mengingatkan kepada kita, bahwa kepada mereka ini (para pengikut ISIS) telah diberikan perintah kalau tidak bisa berjuang di sana (Timur Tengah) maka silakan untuk melakukan amaliyah di negaranya masing-masing. Ini yang kita perlu waspada. Karena itu kita lihat perkembangannya," kata Suhardi kepada wartawan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (21/10/2016).
Suhardi mengatakan siapa saja dapat menjadi sasaran kelompok ISIS setelah mereka kembali ke negara asal. Target utama tentu pihak-pihak yang menghalangi gerakan kelompok ISIS. Tapi sasaran juga bisa ditujukan ke target asing milik negara-negara yang bergabung dalam koalisi yang memusuhinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua kemungkinan terus dipantau, termasuk kemungkinan adalah ketika mereka pulang ke Indonesia. Ini yang harus diantisipasi. Semua pintu perbatasan resmi maupun semua pintu tak resmi yang bisa dijadikan akses untuk rembesan masuk orang dipantau dan dideteksi," lanjutnya.
Sebelumnya Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, mengatakan semakin sulit melacak jumlah warga Indonesia yang pergi ke Suriah. Mereka ke sana menggunakan jalur yang mengecoh. Menurutnya kini banyak trik dan jalur-jalur yang digunakan oleh pendukung ISIS.
Polri mengatakan hampir 500 warga Indonesia bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah, tapi Kapolri mengaku jumlahnya bisa jadi lebih tinggi karena banyak diantara mereka yang tidak termonitor. (fdn/fdn)











































