"Kewaspadaaan, kepedulian itu kita utamakan, tolong masyarakat jangan sampai cuek, tolong peduli, orangtua peduli sama anaknya, guru dan dosen peduli sama muridnya," kata Suhardi dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (21/10/2016).
Suhardi mengatakan, seseorang bisa terpengaruh paham radikal dalam waktu yang tidak singkat. Pasti ada proses untuk mempengaruhi pola pikir seseorang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya BNPT membuat kerja sama dengan 17 kementerian yang punya korelasi, apa yang bisa diperbuat Kementerian Informatika dengan situs-situs itu, apa yang bisa diperbuat kementerian sosial untuk sentuh akar masalahnya, yang anak kecil (jadi pelaku) bagaiman peran dari Kemendikbud. Itu perlu kita kembangkan," ujarnya.
Suhardi menjelaskan, BNPT tidak bisa menangani secara keseluruhan dengan sendirian. "Kita enggak bisa secara keseluruhan toh, ada kantong-kantong yang kita identifikasi sebagai daerah prioritas, ini yang kami kemas," ujarnya.
"Sehingga kita bisa sentuh mereka dari awal, tidak hanya penindakan. Supaya dapat mereduksi radikalisme, dengan kontra ideologi melibatkan tokoh agama. Ini perlu kepedulian dan kebersamaan," kata Suhardi. (idh/fdn)










































