Di Pasar Tanah Abang Anies Singgung Soal Program Jokowi yang Tak Jalan

Di Pasar Tanah Abang Anies Singgung Soal Program Jokowi yang Tak Jalan

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Jumat, 21 Okt 2016 13:10 WIB
Di Pasar Tanah Abang Anies Singgung Soal Program Jokowi yang Tak Jalan
Foto: Fida/detikcom
Jakarta - Bakal calon gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan hari ini blusukan ke Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di pasar terbesar se-Asia Tenggara itu Anies banyak menerima keluhan tentang sepinya pembeli dan lalu lintas yang macet.

Bakal Cagub yang diusung Koalisi Kertanegara gabungan Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra itu berjanji akan mencari solusi agar Pasar Tanah Abang tak macet dan dagangan laku keras. Anies sempat menyinggung program mantan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) yang kini menjadi Presiden.

Menurut Anies, Jokowi saat menjadi Gubernur DKI pernah punya program bagus untuk Pasar Tanah Abang yakni memberikan voucher belanja bagi karyawan pabrik. Program ini pun berhasil membuat Pasar Tanah Abang 'bergeliat'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayang setelah Jokowi menjadi Presiden, program tersebut tak dilanjutkan. "Dahulu pak Jokowi punya program yang baik. Beliau menginisasi program voucher belanja bagi karyawan pabrik untuk berbelanja di sini. Setelah 2 tahun program tersebut tak ada karena (Jokowi) jadi presiden," kata Anies kepada wartawan usai mengunjungi Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2016).

Setelah program tersebut tak dilanjutkan, pedagang di Pasar Tanah Abang pun mengaku kesulitan mencari pelanggan. "Maka dari itu kami nanti akan mencari solusi terkait masalah tersebut. Kita harus merangsang program ini agar pasar ramai. Pasar Tanah Abang termasuk salah satu pasar tertua," kata Anies.

Anies mengaku tengah membayangkan Pasar Tanah Abang ini agar menjadi pusat sejarah karena sudah ada sejak tahun 1700-an. Keberadaan pasar ini sudah terkenal ke negara-negara di Eropa dan Afrika.

"(Pasar Tanah Abang) Sudah ada sejak tahun 1700. Saya rasa sedang membayangkan pusat sejarah. Ini kan sepi. Saya tidak ingin datang dengan solusi dari luar yang tidak cocok dengan pedagang," kata dia. (erd/erd)


Berita Terkait