detikNews
Jumat 21 Oktober 2016, 12:46 WIB

Penyerang Kapolsek Tangerang Pernah Jenguk Napi Teroris Oman di Nusakambangan

Idham Kholid - detikNews
Penyerang Kapolsek Tangerang Pernah Jenguk Napi Teroris Oman di Nusakambangan Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta -

Polri menyebut Sultan Aziansyah (22), penyerang Kapolsek Tangerang pernah menemui napi kasus terorisme, Amman Abdurrahman alias Oman. Sultan saat itu langsung mendatangi LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, untuk bertemu Maman.

"SA ini pada periode Juni 2015 pernah berkunjung ke Nusakambangan terdeteksi dari tim surveillance kita," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/10/2016).

Sultan juga pernah berhubungan intensi dengan Fauzan Al-Anshori yang dulu juga dikenal aktif di Majelis Mujahidin Indonesia (MMI)

"Sejak Juni dia aktif bersama dengan Saudara Fauzan Al-anshori yang merupakan pimpinan pondok di Ciamis. Dia pernah terdeteksi hadir untul membesuk Maman Abdurrahman datang ke Nusakambangan," sambungnya.

Maman awalnya tergabung dalam jaringan Mujahidin Indonesia Barat (MIB) yang dipimpin Abu Roban di era tahun 2011-2012. Saat itu Maman merupakan pemasok senjata MIB dari Filipina.

Dalam perjalanannya, Oman kemudian melahirkan kelompok Jamaah Ansharut Daulah yang merupakan sel jaringan MIB.

"Kelompok MIB yang kalau kita lihat melakukan perampokan di bank-bank nasional dan swasta. Hasil rampokan itu di antaranya disuplai untuk MIT kelompok Santoso," ujarnya.

Selain itu, Sultan diketahui ke Pondok Pesantren pimpinan Fauzan Al-anshori di Ciamis pada Oktober 2015. Proses interaksi Sultan dengan kelompok Maman ini terjadi pada tentang Juni-Oktober 2015.

"Dia bergabung dengan sel jaringan Oman yang merupakan kelompok JAD ini. Rentang waktu empat bulan cukup panjang. sampai ditemukan kakaknya di Cisaga (nama daerah di Ciamis), dijemput, sempat melarikan diri. SA sudah terekrut dalam aktivitas itu," ujarnya.

Menurut Boy, Polri belum mengantongi data Sultan untuk rentang waktu sebelum Juni 2015. Namun Sultan terkonfirmasi menjadi bagian dari sel jaringan Oman.

"Masa kegiatannya enggak terpantau dengan baik oleh keluarganya. Selama ini berusaha melakukan pengawasan namun lebih banyak tertutup. Bilang bekerja ternyata enggak. Sering pergi dari rumah dan komunikasi alasannya ingin ke warnet dan sebagainya," ujarnya.

"Dari hasil tadi, Ponpes Ansharullah di Dusun Sembung Jaya, Desa Mekarmukti, Cisaga, Ciamis yang dipimpin Fauzan Al-anshori sudah meninggal dunia juga. Jadi sudah enggak ada lagi," kata Boy.


(idh/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com