Urutan Terbawah di Survei SMRC, Anies-Sandi Bakal Lebih Sering Sapa Warga

Urutan Terbawah di Survei SMRC, Anies-Sandi Bakal Lebih Sering Sapa Warga

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 21 Okt 2016 09:38 WIB
Urutan Terbawah di Survei SMRC, Anies-Sandi Bakal Lebih Sering Sapa Warga
Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom
Jakarta - Survei terbaru dari Saiful Mujani Research Center (SMRC) menempatkan pasangan calon gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berada di posisi terbawah. Dari survei tersebut, elektabilitas pasangan ini sebesar 19,9 persen.

Terhadap hasil ini, Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Syakir Purnomo mengatakan tetap mengapresiasi hasil survei. Hal ini juga menjadi masukan bagi timnya untuk meningkatkan kinerja.

"Apapun hasilnya kita apresiasi dan hargai. Hasil ini juga akan jadi masukan berharga agar bisa meningkatkan kinerja. Dan makin banyak sosialisasi dan silaturahmi kepada masyarakat dan tokoh sehingga meningkatkan elektabilitas dan aksepbilitasnya," kata Syakir ketika dihubungi, Jumat (21/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Silaturahmi, menurut Syakir ialah hal yang sangat penting. Karena dengan cara itu, program-program dari Anies dan Sandiaga dapat tersosialisasikan langsung kepada masyarakat.

Ketika masyarakat sudah mengetahui program calon gubernur, secara otomatis mereka akan memilih calon yang mempunyai program terbaik. Syakir masih optimistis, strategi sapa masyarakat dapat meningkatkan elektalibitas Anies-Sandi.

"Kalau kandidat makin dikenal kan makin banyak yang milih. Maka harus banyak turun ke grass root dan dikenal tokoh-tokoh dan media. Maka siapapun kandidiat bisa semakin dikenal. Selain itu juga yang penting tahu dan menilai track record para calon," ujar Syakir yang juga Ketua DPW PKS Jakarta.

Ini adalah kali pertama Anies-Sandi berada di posisi ketiga saat survei dan disalip oleh duet Agus Yudhoyono-Sylviana Murni. Meski begitu, Syakir tetap berbaik sangka.

"Melihat hasil survei, kita hargai betapapun hasilnya. Kita berbaik sangka agar survei itu bukan fiktif. Karena kita tahu memang ada survei-survei juga yang dari orderan ya," tutur Syakir. (jbr/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads