"Pistolnya sama pelurunya dibawa pas kejadian. Warga tahu info itu soalnya dengar omongan kakaknya kehilangan pistol. Dia bawa pistol itu, mungkin nggak sempet pakai," kata Nurdiansyah di dekat rumah keluarga Sultan di Desa Lebak Wangi, Tangerang, Kamis (20/10/2016).
Namun, saat polisi berhasil melumpuhkan Sultan, tidak ada pistol yang disita. Polisi hanya menyita senjata tajam dan bom lontong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia nggak ada cerita tentang alesannya nyerang polisi. Denger-denger cerita orang, dia dendam sama abangnya. Katanya sih karena abangnya polisi," jelas Nurdiansyah.
Sebelum meninggal di perjalan menuju RS Polri Kramat Jati, Sultan juga mengakui telah mencuri peluru milik kakaknya. Dia juga membenarkan membenci kakaknya yang bekerja sebagai polisi.
(Hbb/fdn)











































