Urutan Terbawah di Survei SMRC, Sandiaga: Ini Jadi Cambuk untuk Kerja

Panasnya Pilgub DKI

Urutan Terbawah di Survei SMRC, Sandiaga: Ini Jadi Cambuk untuk Kerja

Bisma Alief Laksana - detikNews
Kamis, 20 Okt 2016 17:24 WIB
Urutan Terbawah di Survei SMRC, Sandiaga: Ini Jadi Cambuk untuk Kerja
Anies-Sandiaga (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Saiful Mujadi Research Center (SMRC) mengeluarkan hasil survei terbaru mereka. Pasangan bakal cagub-cawagub DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ada di peringkat terbawah, disalip oleh Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

Sandiaga Uno mengatakan bahwa hasil survei menjadi penyemangat baginya. Itu berarti dia dan Anies harus bekerja lebih keras.

"Ini berarti kita harus kerja lebih keras lagi. Dan dari survey sebelumnya berartikan kita turun, jadi tim lagi mengkaji apa fenomena ini. Ini harus jadi cambuk untuk lebih kerja keras," kata Sandi di Rusun Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil survey terbaru SMRC, elektabilitas Ahok berada diangka 44,4 persen. Sedangkan Agus Yudhoyono ada diperingkat kedua dengan angka 22,3 persen. Anies Baswedan sendiri diperingkat terakhir, 19,9 persen. Sementara yang masih tidak tahu atau rahasia 13,4 persen.

Survey dilakukan pada 810 orang yang dipilih secara multistage random sampling. Responden diwawancara secara tatap muka dan margin of error sebesar 3,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara, bila mengukur elektabilitas bakal cagub bersama pasangannya, elektabilitas Ahok-Djarot 45,4 persen. Sementara pesaingnya Agus-Sylvi 20,7 persen dan Anies-Sandi 20,7 persen. Responden yang tidak menjawab 11,6 persen.

Dari hasil survey tersebut juga didapatkan hasil bahwa 70 persen warga menyatakan kemungkinan tidak akan mengubah pilihannya pada Pilkada nanti. Hanya sekitar 29 persen yang akan berubah pikiran.

"Tantangan bagi Agus dan Anies untuk mengejar ketertinggalan menjadi sulit," kata Direktur SMRC, Sirojudin Abbas saat menyampaikan hasil rilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. (bis/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads