Hal ini terlihat jelas dalam hasil survei yang dipublikasikan Saiful Mujani Research Center (SMRC), Kamis (20/10/2016). Bila di sejumlah survei sebelumnya elektabilitas Agus-Sylvi yang diusung PD-PAN-PPP-PKB berada di bawah pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung PKS dan Gerindra, saat ini peta kekuatan sudah berubah.
"Bila pemilihan dilakukan saat ini, 44,4% warga Jakarta menyatakan akan memilih Ahok sebagai Gubernur DKI. Suara dukungan terhadap Agus Harimurti Yudhoyono mencapai 22,3%, atau berselisih tipis dengan dukungan terhadap Anies Baswedan yang baru mencapai 19,9%. Sementara 13,4% lainnya menyatakan tidak tahu atau rahasia," kata Direktur SMRC, Sirojudin Abbas, dalam rilis Survei SMRC di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil survei, 70% warga menyatakan kemungkinan besar tidak akan mengubah pilihannya pada Pilkada nanti. Hanya sekitar 29% orang yang mengaku mungkin akan mengubah pilihan. Butuh kerja keras bagi Anies-Sandi dan Agus-Sylvi untuk mengejar ketertinggalan.
Survei ini juga melakukan simulasi cagub DKI jika berlangsung dua putaran. Hasilnya Ahok-Djarot masih terkuat, namun tentu saja ini kondisi hari ini.
"Simulasi dua pasangan: Ahok-Djarot 49,5%, Agus-Sylvi 35,1%, belum jawab 15,4%," kata Sirojudin Abbas.
"Simulasi dua pasangan: Anies-Sandi 36,9%, Ahok-Djarot 47,9%, tidak jawab 15,1%," imbuhnya.
SMRC juga menyimulasikan head to head antara Anies-Sandi dan Agus-Sylvi. Hasilnya Agus-Sylvi diprediksi akan menang jika di putaran dua berhadapan dengan Anies-Sandi.
"Simulasi 2 pasangan: Agus-Sylvi 37,2%, Anies-Sandi 34%, tidak jawab 28,8%," ungkap Sirajudin.
Lalu apakah si kuda hitam Cikeas Agus Harimurti Yudhoyono mampu melampaui hasil survei saat ini saat Pilgub DKI Februari 2012 nanti?
(van/trw)











































