Salah satu warga yang resah akan digusur rumahnya akan digusur adalah Siti Fatimah. Fatimah menanyakan bagaimana nasib warga Pademangan bila Anies Baswedan-Sandiaga Uno memimpin Jakarta.
"Kalau jadi pemimpin nasib warga di bantaran rel bagaimana Pak? Kami berharap punya pemimpin yang bisa membuat lebih sejahtera," tanya Fatimah kepada Sandi di Musala Al Hidayah, Jalan Pemandangan IV, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (20/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah dengar mau digusur (warga Pademangan). Saya juga sudah dengar belum ada sosialisasi dan solusi yang diberikan. Ke depan, kita akan berdialog dengan warga, maunya apa. Kita tahu dekat rel itu bahaya, nanti kita tanya ke warga mau pindah ke mana, supaya bisa ditata dengan baik," jawab Sandi.
"Ditata tanpa air mata. Kita akan amanah dan adil, berpihak pada rakyat kecil," imbuhnya
Warga lain, Ibu Hartono, berkeluh kesah kepada Sandi terkait adanya wacana ingin menjadikan Pademangan menjadi salah satu pusat bisnis di Jakarta dengan menggusur warga. Dirinya juga menanyakan bagaimana kelanjutan pemberian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada warga.
"Kelanjutan pemberian PBB bagaimana Pak? Kedua, ada rencana warga RW 13 akan digusur untuk pusat bisnis, itu bagaimana?" tanya Ibu Hartono.
"Saya pastikan saya punya sifat tidak pernah lupa siapapun yang bersilaturahmi dengan saya. Untuk PBB, dari demografi 75 persen di sini kan entis, tapi kebijakan harus adil. Pertama tujuannya untuk mengangkat beban warga yang kurang beruntung bukan untuk menggusur. Ke depan pemberian PBB akan diteruskan tapi jangan takut kita akan berdialog untuk membuat masyarakat lebih sejahtera," tutur Sandi.
"Caranya dengan ekonomi kerakyatan, dengan pemberian modal dan pelatihan. Ke depan supaya akan mampu menarik yang muslim untuk datang sehingga ada keberagaman," imbuhnya. (erd/erd)











































