Sandi yang datang sekitar pukul 11.30 WIB langsung menjadi sasaran foto dan tidak sedikit warga yang ingin bersalaman dengannya. Sandi pun menyambut permintaan foto dan salaman warga dengan senang hati. Tidak jarang adanya teriakan 'Hidup Anies-Sandi' terdengar dari para pedagang. Sandi sendiri hanya tersenyum mendengar teriakan tersebut.
"Kita jangan digusur ya Pak Sandi," kata salah seorang pedagang saat bersalaman denga Sandi di Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (20/10/2016).
"Nyok kita pilih Anies-Sandi, Nyok," sorak pedagang lain.
Saat berkunjung ke tempat pedagang daging, Sandi pun menyempat diri untuk berdialog dengan para pedagang. Para pedagang mengeluhkan tingginya harga daging dan rendahnya daya beli masyarakat. Daging di pasar tersebut masih dijual dengan harga diatas Rp 100 ribu.
"Harga daging di sini masih di atas Rp 100 ribu Pak. Kadang bisa sampai Rp 120 ribu. Makanya orang jarang yang beli," keluh salah satu pedagang kepada Sandi.
Menjawab keluhan dari pedagang, Sandi mengatakan tujuannya turun langsung ke pasar adalah untuk menjawab kritikan dari calon petahana Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang mengatakan bahwa harga daging di Jakarta sudah turun. Dirinya berjanji akan menurunkan harga retribusi pasar kepada pedagang untuk mengurangi tingginya harga daging.
"Saya pernah dicibir Pak Gubernur katanya harga daging turun. Sekarang kita nunjukkan kalau harganya naik. Ini keluhan warga. Jam segini saja sudah sepi tidak ada yang belanja (daging)," tutur Sandi.
"Saya punya formula untuk menurunkan harga (daging) yaitu menyederhanakan harga retribusi, bisa jauh lebih murah (harga daging). Jadi kalau saya terpilih dalam 2 sampai 3 tahun, harga daging akan lebih terjangkau. Kita pastikan kesejahteraan akan meningkat. Supaya masyarakat tetap bisa beli daging sapi," pungkasnya. (erd/erd)











































