"Motor pelaku sudah diamankan, jenisnya motor bebek," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Irman Sugema kepada detikcom, Kamis (20/10/2016).
Dari hasil pengecekan polisi terhadap motor pelaku, terdapat stiker ISIS menempel di motor Honda Beat putih bernopol B 6873 CUF itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motor pelaku yang diamankan polisi. Foto: Arief/detikcom |
"Saat ini kami fokus penanganan anggota yang menjadi korban," imbuh Irman.
Sultan diketahui merupakan adik dari anggota polisi. Dua orang kakaknya merupakan anggota polisi yang salah satunya bertugas di Polres Metro Tangerang Kota dan satu lagi di Polresta Tangerang Kabupaten.
Hal senada juga disampaikan oleh mantan tetangga Sultan, Subandi. Pelaku dan keluarga sempat tinggal di dekat rumahnya yakni di Kompleks Asrama Polisi, Jalan KS Tubun No.18A, RT 03/04, Tangerang.
"Dia empat bersaudara. Anak pertama Satpol PP, kedua dan ketiga polisi. Dia anak terakhir. Orangtuanya pengusaha roti," jelas Subandi saat ditemui di rumahnya, Kamis (20/10).
Sebelum menghembuskan napas terakhir, pelaku sempat diinterogasi oleh polisi di RSUD Tangerang. Pelaku mengaku membenci polisi dan menganggapnya thogut.
Pelaku juga mengaku mengambil peluru senjata milik kakaknya. Ia berencana, apabila mendapatkan senjata api, peluru tersebut akan dipakai untuk menembak polisi. (mei/elz)












































Motor pelaku yang diamankan polisi. Foto: Arief/detikcom