Catatan detikcom, berbagai orang dari beragam latar belakang diundang Presiden Jokowi ke Istana Kepresidenan. Mulai dari pakar hukum, ekonomi, olahragawan, pengusaha, hingga para penghibur seperti pelawak dan Youtuber dan budayawan. Mereka berinteraksi langsung dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Sepanjang 2016, sudah banyak orang yang diundang Jokowi ke Istana. Pada 22 September lalu, Jokowi mengundang 22 pakar dan praktisi hukum ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Todung Mulya Lubis, Dr Asep Iwan, Chandra Hamzah, Prof Nindyo Pramono, Prof Ningrum Sirait, Fikri Assegaf, Rambun Tjatjo, Nursyahbani Katjasungkana, Al Araf, Gianjar Bondan, dan Binziad Qadhafi.
"Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran bapak ibu semuanya, pakar dan praktisi pada sore hari ini," ucap Jokowi menyambut tamunya.
Foto: Presiden Jokowi menyambut atlet peraih perunggu di ajang Paralimpic Games Rio de Janeiro, Brasil (M Iqbal/detikcom) |
"Saya kira kita merasakan semuanya bahwa akhir-akhir ini banyak kita jumpai hal-hal baik yang berkaitan dengan korupsi dan bahkan di tingkat elit pimpinan lembaga yang berkaitan dengan perdagangan pengaruh. Sampai saat ini juga penegakan hukum kita lihat masih belum memberikan efek jera terhadap adanya korupsi baik sisi hukuman maupun tuntutan," imbuh Jokowi.
Jokowi juga menyinggung masalah revisi PP 99 tahun 2012 soal remisi bagi koruptor, lalu kasus pelangaran HAM di masa lalu, termasuk di dalamnya kasusnya Munir yang perlu diselesaikan.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menegaskan akan melakukan reformasi di bidang hukum. "Kami ingin ini segera mereformasi bidang hukum kita ini, segera kita putuskan dan segera kita lakukan. Tapi kami ingin sekali lagi mendapatkan input-input, masukan-masukan dari Bapak Ibu sekalian pada sore hari ini," kata Jokowi.
Baca juga: Jokowi Undang 22 Pakar Hukum ke Istana, Bahas Korupsi Hingga HAM
Tak lama setelah dialog ini, Jokowi kemudian meminta para pembantunya untuk merumuskan kebijakan Reformasi Hukum.
"Sasaran yang ingin dicapai dari revitalisasi hukum adalah memulihkan kembali kepercayaan publik terhadap hukum nasional. Yang kedua memberikan rasa keadilan kepada masyarakat dan yang ketiga ada kepastian hukum bagi masyarakat sehingga masyarakat merasa terlindungi dari hukum-hukum nasional yang sudah digelar di masyarakat," kata Menko Polhukam Wiranto, Selasa (11/10).
Baca juga: Ini Dia Paket Reformasi Hukum Tahap I Presiden Joko Widodo
Di hari yang sama juga, Jokowi mengundang para ekonom dan perwakilan pengusaha ke Istana Merdeka. Jokowi ingin meminta masukan soal perekonomian Indonesia.
Ada 17 ekonom dan 3 pengusaha yang diundang Presiden Jokowi ke Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (20/9/2016). Tampak mendampingi Jokowi, Mensesneg Pratikno.
Ekonom yang diundang adalah Raden Pardede, Tony Prasetiantono, Djisman Simanjuntak, Haryo Aswicahyono, Ari Kuncoro, Lukita Dinarsyah, Elan Satriawan, Enny Sri Hartati, Iman Sugema, Destry Damayanti, Heriyanto Irawan, Poltak Hotradero, Helmi Amran, Revrisond Baswir, A Prasetyantoko, Kikie Boenawan dan Hendri Saparini.
Foto: Nita si jago matematika asal Nduga/ Bagus detikcom |
Sedangkan mewakili pengusaha adalah Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani, dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bahlil Lahadalia.
"Pertemuan kemarin saya lihat sangat optimistis. Saya ingin ambil poinnya, kalau mereka optimistis, kenapa kita tidak," ucap Jokowi dalam sambutannya.
"Saya masih inginnya besar-besaran investasi masuk," lanjut Jokowi.
Pada malam harinya, Jokowi melanjutkan bertemu dengan para pengusaha besar lainnya. Sambil makan malam, pertemuan itu membahas soal tax amnesty.
Para pengusaha yang hadir seperti Surya Paloh, Aburizal Bakrie, Arifin Panigoro, Oesman Sapta, Erwin Aksa, Raam Punjaabi dan lainnya. Turut hadir juga Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi.
Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan juga hadir dalam pertemuan itu.
Baca juga: Aguan Hingga Ical Bertemu Jokowi di Istana, Bahas Tax Amnesty
"Bapak Presiden mengundang para pengusaha ini, terutama yang dalam kategori high wealth. Jadi orang-orang karena kita melihat potensi dari pajak kita terutama dengan adanya tax amnesty itu untuk bisa memberikan kesempatan kepada mereka untuk mulai mematuhi peraturan perpajakan," kata Menkeu Sri Mulyani.
Usai pertemuan itu, beberapa pengusaha keesokan harinya langsung mendatangi kantor pajak untuk ikut program Tax Amnesty. Salah satunya adalah Arifin Panigoro yang mengaku ditodong langsung oleh Jokowi.
"Memang agak sedikit unik punya saya ini. Karena begitu saya lihat ada amnesti, saya susah mencarinya. Karena semua kewajiban ini saya sudah laporkan. 15 tahun terakhir ini nggak ada yang lewat. Semua kita bayar kewajiban, pajak maupun bukan pajak. Apalagi kalau teman-teman ngikutin perusahaan minyak, memang rada susah untuk macam-macam," ujar Arifin, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Kamis (29/9).
"Makanya saya juga sebetulnya bingung, ini amnesti ngapain saya ke sini, gue kayak maling. Orang ada bilang, kamu kan nggak ngambil. Nah ini kan restrukturisasi, kenapa nggak sekalian kita umumkan. Boleh-boleh aja kan," lanjut Arifin menyebut alasan dirinya ikut tax amnesty.
(jor/Hbb)












































Foto: Presiden Jokowi menyambut atlet peraih perunggu di ajang Paralimpic Games Rio de Janeiro, Brasil (M Iqbal/detikcom)
Foto: Nita si jago matematika asal Nduga/ Bagus detikcom