Kapolda Jambi Libatkan Ulama dan Pendeta untuk Cegah Praktik Pungli

Kapolda Jambi Libatkan Ulama dan Pendeta untuk Cegah Praktik Pungli

Idham Kholid - detikNews
Kamis, 20 Okt 2016 08:35 WIB
Kapolda Jambi Libatkan Ulama dan Pendeta untuk Cegah Praktik Pungli
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kapolda Jambi Brigjen Yazid Fanani mengatakan pihaknya terus berupaya memberantas praktik pungutan liar atau Pungli sesuai arahan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Selain penindakan, upaya-upaya pencegahan juga dilakukan.

"Semua wilayah harus melaksanakan perintah Bapak Kapolri, jangan ada lagi begitu-begitu (Pungli)" kata Yazid saat berbincang dengan detikcom, Kamis (20/10/2016).

Untuk pencegahan dari aspek preemtif, kata Yazid, pihaknya memiliki program peningkatan ketakwaan. Yaitu dengan memanggil ulama dan tokoh agama untuk anggota yang muslim maupun yang nasrani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau seperti hari Kamis, habis apel kita masuk masjid semua, satu-dua jam, manggil ulama, yang nasrani kita datangkan pendeta. Namanya kehidupan itu kalau enggak bersyukur enggak akan ada cukupnya, kalau mengeluh terus, berapa pun yang kita bawa enggak akan cukup-cukup," ujarnya.

"Aspek prefentifnya ya kita jaga, kita turunkan tim, kita turunkan Irwasda, Propam. Nah aspek refresifnya ya kita tindak, termasuk kita respon apabila ada informasi dari masyarakat," sambungnya.

Sementara itu, Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul sebelumnya mengungkap ada 10 personel Polda Jambi yang ditangkap terkait Pungli. Bagaimana ancaman hukumannya?

"Kita lihat klasifikasinya, yang pasti ada mekanismenya dari teguran sampai nanti kita sidangkan. 10 ini kan kasus lama ini ya, kasus lama sebagian, yang lama-lama sudah diberikan sanksi, nah sanksi itu macam-macam ada sanksi administrasi, mutasi sampai pidana," urainya. (idh/bag)


Berita Terkait