Dari 13 RT yang berada di RW 03, terdapat 15 pasangan kembar. Jumlah tersebut berkurang dari 2014, yang berjumlah 19 pasangan kembar.
"Waktu saya data pertama tahun 2014 ada 19 pasangan kembar. Tapi waktu didata lagi bulan September 2016 masih ada 15 pasangan," kata Ketua RW 03, Andang Subaryono saat ditemui di rumahnya, Rabu (19/10/2016).
Andang Subaryono saat ditemui detikcom. Foto: Bisma Alief/detikcom |
"Kan ada berbagai sebab berkurangnya. Ada yang meninggal, pindah rumah dan lainnya," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data yang dimiliki Andang, pasangan kembar yang berada di wilayah RW 03 Malaka Jaya yang paling muda adalah Fina-Fani yang berumur 3,5 tahun dan tertua adalah Pudjo Wibowo dan Pudjo Utomo yang berumur 49 tahun.
Suasana di Kampung Kembar. Foto: Bisma Alief/detikcom |
"Sebenarnya ada lebih tua, yaitu Pariyah dan Pariyem. Tapi Pariyah sudah meninggal dunia di usia 74 tahun. Jadi enggak kembar lagi," tutur Andang.
Andang sendiri tidak menyangka RW yang dipimpinnya bisa menjadi terkenal dengan sebutan 'kampung kembar' seperti sekarang. Bahkan sampai-sampai media asing pun ikut ada yang penasaran dan mengunjungi langsung kampung kembar tersebut.
Suasana di Kampung Kembar. Foto: Bisma Alief/detikcom |
"Saya juga enggak tahu kenapa dinamakan kampung kembar. Media-media yang menyebutnya begitu buat kampung ini," tutupnya. (bis/bag)











































Andang Subaryono saat ditemui detikcom. Foto: Bisma Alief/detikcom
Suasana di Kampung Kembar. Foto: Bisma Alief/detikcom
Suasana di Kampung Kembar. Foto: Bisma Alief/detikcom