Helikopter Terbang Rendah, Atap Rumah di Semarang Beterbangan dan Pintu Roboh

Helikopter Terbang Rendah, Atap Rumah di Semarang Beterbangan dan Pintu Roboh

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 19 Okt 2016 14:53 WIB
Helikopter Terbang Rendah, Atap Rumah di Semarang Beterbangan dan Pintu Roboh
Foto: Foto: Angling/detikcom
Semarang - Helikopter MI-17 yang terbang rendah membuat panik warga di pinggiran Pantura Mangkang Wetan KM 14 Semarang. Peristiwa itu mengakibatkan genteng-genteng beterbangan dan tembok serta pintu kaca rumah roboh.
Genteng-genteng beterbangan. (Foto: Angling/detikcom)Foto: Foto: Angling/detikcom
Genteng-genteng beterbangan. (Foto: Angling/detikcom)


Peristiwa itu terjadi tepatnya di Kelurahan Mangkang Wetan Kecamatan Tugu dan Wonosari Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Rabu (19/10/2016) sekira pukul 10.00 WIB.

Salah satu pengendara motor, Kamidun (44) menceritakan dirinya saat itu tengah berkendara menuju Kota Semarang. Tiba-tiba, kata dia, dari arah berlawanan ada helikopter yang terbang rendah tepat di atas pembatas jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya lebih tinggi sedikit dari lampu jalan di tengah itu. Saya seperti hadap-hadapan, saya kira helinya mau jatuh," ujar Kamidun kepada detikcom di lokasi kejadian, Rabu (19/10/2016).

Hembusan angin dari helikopter membuat Kamidun dan pemotor lainnya kesulitan mengendalikan kendaraannya sehingga memilih menepi dan mencari tempat aman sampai helikopter menjauh dari lokasi.

Dampak hembusan angin juga menyebabkan sejumlah atap rumah warga terbang dan rusak. Pintu kaca di satu toko juga roboh karena hembusan angin yang dahsyat.
4 Rumah warga mengalami kerusakan dan pihak TNI siap memberi ganti rugi. (Foto: Angling/detikcom)Foto: Foto: Angling/detikcom
4 Rumah warga mengalami kerusakan dan pihak TNI siap memberi ganti rugi. (Foto: Angling/detikcom)


Cerita serupa disampaikan pemilik rumah dan bengkel, Ari (21). Dia mengaku pun langsung berlari menyelamatkan diri ketika melihat helikopter terbang rendah dari Timur ke Barat.

"Sempat mengira helinya mau jatuh, saya langsung lari ke belakang. Orang-orang juga berlarian soalnya genteng-genteng beterbangan," ujar Ari.

Menurut keterangan saksi, helikopter sempat berhenti beberapa saat di atas jalan di depan rumah Ari, kemudian helikopter itu melaju ke arah Barat dan berbelok ke Selatan menjauhi lokasi.

Sekitar satu jam setelah kejadian datang perwakilan dari TNI ke rumah warga dan membahas soal ganti rugi. Meski demikian tidak ada anggota TNI yang bersedia memberikan keterangan ketika ditanya wartawan.

Menurut informasi yang diperoleh, MI-17 buatan Rusia itu memang sedang digunakan untuk latihan Skadron 31/Serbu Pusdik Penerbad Semarang. Diwakili Mayor Budiono, TNI menyatakan bersedia mengganti seluruh kerusakan yang diderita warga.

"Pihak TNI sudah menyanggupi untuk mengganti. Kejadian baru kali ini," kata Camat Tugu, Zenuarso.

Zen menjelaskan ada enam rumah di wilayahnya yang mengalami kerusakan antara lain bengkel mobil milik Asep atau anaknya, Ari dengan kerugian seng dan asbes 14 buah serta 50 genteng. Kemudian toko mur baut milik Gunawan yang mengalami rusak pintu etalase alumunium kaca. Koperasi Swamitra Mina rusak kanopi 7 x4 meter dan pintu kaca pecah serta papan iklan rubuh.

"Kemudian bengkel las Rukun Pak Wawan, empat seng terbang. Bengkel box Aming, sembilan asbes. Tembok kamar ada yang roboh milik Saikinah," jelas Zein.

Sementara itu di seberang jalan yang memasuki wilayah Wonosari ada sekitar empat rumah yang mengalami kerusakan serupa di atap. Kerugian total diperkirakan mencapai Rp 25 juta sampai Rp 30 juta.

"Ada yang minta diganti, ada yang minta langsung diperbaiki. Ini tapi bagus pihak TNI sudah menyatakan menyanggupi," pungkas Zen.

Kapolsek Tugu, Kompol Suwarto menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dan saat ini pihak Penerbad melakukan penyelidikan internal terkait peristiwa itu dan pihaknya hanya memastikan tidak ada korban.

"Itu latihan yang diselenggarakan Penerbad. Tidak ada korban jiwa dan sudah disampaikan Penerbad akan ganti rugi," ujarnya.

(alg/aan)


Berita Terkait