Namun penindakan seperti penertiban, operasi cabut pentil, dan penderekan dirasa belum terlalu optimal. Parkir liar pasti akan kambuh-kambuhan kalau penindakan seperti itu tidak rutin dilakukan. Lalu apa strategi dari Pemprov DKI Jakarta?
"Nah sekarang strateginya terus terang saja yang pertama ya memang masalah parkir ini mau tidak mau kita harus bangun sistem IT, baik itu di on street maupun di off street," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansah saat berbincang dengan detikcom, Selasa (18/10/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andri menyebut ada 378 titik parkir liar yang ditandai Dishubtrans DKI Jakarta. Namun sejauh ini baru ada 3 titik TPE yang telah terpasang. Andri mengaku akan ada penambahan TPE lagi untuk tahun ini.
"Nah tapi kita penindakan jalan terus, sistem IT jalan terus. Tapi kan contoh kita punya titik lokasi 378, yang baru terpasang TPE baru 3, besok kita mau pasang lagi 27, untuk mencapai 378 itu kan lama, tapi yang penting kita sudah mulai," jelas Andri.
Namun untuk dapat melengkapi titik-titik parkir liar itu dengan TPE, Andri mengaku akan mengejarnya hingga selesai. Apalagi, lanjut Andri, penambahan volume kendaraan bermotor di Ibu Kota semakin tahun semakin banyak.
"Nah begini, makanya sekarang kita mau cepet-cepet dengan pertimbangan kita kayak MLM gitu lho. 27 menghasilkan 2 bulan jadi, dua kali lipatnya, Insya Allah 3 tahun selesai itu, tapi dengan pertimbangan kita tidak ada untung sama sekali, tapi kita betul-betul untuk membangun sistem IT, kita kejar seperti itu," ucap Andri.
"Kita tambah 27 titik baru tahun ini. Jangankan bicara masalah kesadaran masyarakat. Kita bicara masalah nguber penambahan kendaraan bermotor aja enggak keuber," sambung Andri. (dhn/elz)











































