"Dulu zamannya Bu Yani, zaman Foke, Bang Yos, kepingin bikin Taman Interaktif. Tapi itu betul-betul hanya taman kecil di pojok dan itu pun tidak direalisasikan dengan berhasil. 50 (taman) pun enggak ada lokasi seperti itu," kata Ahok usai meresmikan RPTRA Marunda, Jakarta Utara, Selasa (18/10/2016).
|
Penegasan Ahok ini disampaikan menanggapi pernyataan Sylviana Murni yang menyebut RPTRA hanya mengikuti konsep lama yakni Taman Interaktif.
Sedangkan konsep RPTRA saat ini, dijelaskan oleh Ahok bukan merupakan taman. RPTRA menurutnya jadi tempat berkumpul warga dengan dilengkapi sejumlah fasilitas.
"RPTRA ini konsepnya setiap rumah tangga itu punya kesusahan masing masing. Oleh karena itu mereka butuh teman, untuk saling berbagi dan memperhatikan. Komunitas ini butuh tempat. Tempat ini untuk siapa? Taman ini tempat bernaung. Ini harus ramah buat yang hamil sampai yang lansia hingga seluruh keluarga betah main di taman yang sama," papar Ahok.
|
Ide dan konsep yang diusung untuk membangun RPTRA dipastikan Ahok orisinil. Dia menantang untuk melihat orisinalitas konsep RPTRA melalui internet.
"Sekarang lihat deh. Ini kan zaman teknologi. Semua wartawan, koran, tercatat dengan baik. Zaman Bang Yos sudah ada koran, kalian baca aja, search di Google, ada konsep RPTRA seperti yang kami lakukan? enggak ada. Ini orisinil dari pertemuan yang kita ciptakan. Nanti Desember, RPTRA ini konsepnya dibawa ke dunia," tegas Ahok.
"Jadi kalau RPTRA ini dibilang kayak Taman Interaktif, aduh begini deh. Kadang-kadang yang mau jadi gubernur itu Anda harus keluarkan ide-ide yang orisinil dan bisa dibuktikan," lanjutnya.
|
(nkn/fdn)












































Foto: Rachman Haryanto
Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cililitan, Jakarta Timur
Foto: Ari Saputra