Muhammad Basikun mengatakan penggeledahan dimulai pada pukul 11.00 WIB dan terkait terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT), Sabtu (15/10) lalu.
"Tadi dari KPK ke sini melaksanakan penggeledahan terkait kasus tangkap tangan Sigit Widodo dengan Yudhi Tri Hartanto. Kurang jelas kenapa rumah kami digeledah, mungkin KPK memandng kami memiliki banyak informasi untuk mendukung kerja KPK dalam rangka penindakan proses hukum. Kami juga memberikan keleluasaan penuh untuk melakukan penggeledahan," kata Basikun kepada wartawan, Selasa (18/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di situlah kami memiliki kedekatan dengan mereka untuk mendukung program-program yang sesuai dengan tuntutan publik agar benar-benar terkomodir di APBD, kami punya komitmen disana. Maka dari situ kami merasa perlu mendapatkan data untuk diajukan sebagai usulan publik," ujar Basikun yang sempat menjadi tim sukses bupati terpilih Muhammad Yahya Fuad.
Usulan tersebut bisa mengarah ke pengadaan. Itu semua ada prosesnya. Basikun kaget saat mendengar ada OTT.
Basikun mengungkapkan, KPKmembawa beberapa dokumen seperti satu bendel fotokopi prioritas dan platform anggaran sementara APBD perubahan, dokumen rancangan APBD perubahan, dan buku daftar harga SMK.
"Untuk buku daftar harga SMK anak-anak saya gunakan untuk belajar jualan ke sekolah-sekolah. Mungkin ada kaitannya juga jadi kurang tahu (kenapa dibawa)," jelasnya.
Sejauh ini belum ada penjelasan dari KPK terkait barang-barang yang dibawa dari rumah Basikun. (arb/try)











































