Kasus Suap, KPK Bawa Tas Kresek dan Koper dari Rumah di Jl Pemuda Kebumen

Kasus Suap, KPK Bawa Tas Kresek dan Koper dari Rumah di Jl Pemuda Kebumen

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 18 Okt 2016 17:55 WIB
Kasus Suap, KPK Bawa Tas Kresek dan Koper dari Rumah di Jl Pemuda Kebumen
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Kebumen - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meninggalkan rumah Muhammad Basikun, Jalan Pemuda, Gang Cempaka No 17 C Kabupaten Kebumen, sekitar pukul 15.20 WIB dengan membawa sebuah tas kresek putih dan tas travel berwarna hitam.

Muhammad Basikun mengatakan penggeledahan dimulai pada pukul 11.00 WIB dan terkait terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT), Sabtu (15/10) lalu.

"Tadi dari KPK ke sini melaksanakan penggeledahan terkait kasus tangkap tangan Sigit Widodo dengan Yudhi Tri Hartanto. Kurang jelas kenapa rumah kami digeledah, mungkin KPK memandng kami memiliki banyak informasi untuk mendukung kerja KPK dalam rangka penindakan proses hukum. Kami juga memberikan keleluasaan penuh untuk melakukan penggeledahan," kata Basikun kepada wartawan, Selasa (18/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, KPK menganggap dirinya memiliki kedekatan dengan anggota DPRD. Kedekatan yang dimaksud terkait kegeiatan menampung aspirasi masyarakat agar sampai ke eksekutif dan legislatif.

"Di situlah kami memiliki kedekatan dengan mereka untuk mendukung program-program yang sesuai dengan tuntutan publik agar benar-benar terkomodir di APBD, kami punya komitmen disana. Maka dari situ kami merasa perlu mendapatkan data untuk diajukan sebagai usulan publik," ujar Basikun yang sempat menjadi tim sukses bupati terpilih Muhammad Yahya Fuad.

Usulan tersebut bisa mengarah ke pengadaan. Itu semua ada prosesnya. Basikun kaget saat mendengar ada OTT.

Basikun mengungkapkan, KPKmembawa beberapa dokumen seperti satu bendel fotokopi prioritas dan platform anggaran sementara APBD perubahan, dokumen rancangan APBD perubahan, dan buku daftar harga SMK.

"Untuk buku daftar harga SMK anak-anak saya gunakan untuk belajar jualan ke sekolah-sekolah. Mungkin ada kaitannya juga jadi kurang tahu (kenapa dibawa)," jelasnya.

Sejauh ini belum ada penjelasan dari KPK terkait barang-barang yang dibawa dari rumah Basikun. (arb/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads