Pengamat: Kampanye di Media Sosial Besar Pengaruhnya

Pengamat: Kampanye di Media Sosial Besar Pengaruhnya

Dyan Wahyu Nugroho - detikNews
Selasa, 18 Okt 2016 12:20 WIB
Pengamat: Kampanye di Media Sosial Besar Pengaruhnya
Diskusi Media Sosial. Foto: Dyan Wahyu Nugroho/detikcom
Jakarta - Era digital mendorong setiap orang, termasuk politikus untuk aktif di dunia maya. Politikus dinilai lebih bisa menyosialisasikan aktivitasnya lewat media sosial.

"Jika sebagai politisi tidak aktif di social media. Maka ke depannya saya pastikan akan 'mati' di dunia politik," ujar praktisi media sosial Nukman Luthfie dalam Seminar Media Sosial Sebagai Strategi dalam Optimalisasi Peran Partai Politik di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/10/2016).

Menurut dia 90 persen pengguna internet di Indonesia itu pengguna media sosial, meskipun televisi tetap menjadi sumber informasi yang utama. Namun apa pun yang heboh di televisi orang pasti akan mencari di internet dan media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya dalam kampanye media ini yang paling besar pengaruhnya dibandingkan melalui TV, banner, pamflet dan sebagainya," katanya.

Ia mencontohkan dalam beberapa hari belakangan ini nama bakal cagub DKI Jakarta menjadi tokoh yang paling sering dicari di internet. Kebetulan nama panggilan ketuga bakal cagub itu berawalan huruf A.

"Jika menuliskan huruf A di mesin pencari google, namanya akan muncul di awal," kata dia.

Begitu juga dengan nama Lulung dan beberapa politisi yang sedang hangat di Indonesia. "Social media itu hyper-reality yang bertautan dengan dunia nyata," katanya.

Menurut data yang dihimpun Nukman, tiga besar pengguna sosial media di Indonesia adalah Facebook (87,45%) Instragam (69,21%) dan Twitter (41,31%). "Tidak aktif di socmed ini maka akan sulit berpolitik," ujarnya. (bag/bag)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads