"Kekuatan PPP dengan figur Ketua Umum Djan Fariz ini menjadi modal besar penyumbang suara untuk Ahok-Djarot," kata Wakil Sekjen PPP kubu Djan, Sudarto, saat berbincang, Selasa (18/10/2016).
Baca juga: Seberapa Besar Kekuatan PPP Djan Dukung Ahok Djarot?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang diandalkan dari sosok Djan? Sudarto menjawab, ketokohan mantan Menteri Perumahan Rakyat itu tak diragukan lagi di kalangan masyarakat Jakarta. Djan disebutnya sebagai tokoh Betawi yang punya rekam jejak bagus.
"PPP diuntungkan dengan figur Pak Djan yang adalah tokoh Betawi. Tidak ada yang tidak kenal Pak Djan di Jakarta," ujarnya.
Dia menjelaskan, Djan adalah Ketua Umum Bamus Betawi, pernah terpilih menjadi wakil Jakarta di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada 2009, juga pernah menjadi salah satu Ketua Nadhdlatul Ulama DKI Jakarta.
"Belum pernah dalam sejarah, cagub yang didukung Djan menjadi kalah. Soetiyoso jadi (Gubernur DKI), Fauzi Bowo periode pertama, beliau juga mendukung dan jadi, periode berikutnya beliau tak mendukung. Pak Djan mendukung Jokowi-Ahok, dan jadi," ujar Sudarto.
Baca juga: Ahok-Djarot Teken Kontrak Politik dengan PPP Djan, Ini Isinya
Kini mereka sudah menandatangani kontrak politik bersama Ahok-Djarot, isinya adalah program-program kerakyatan yang perlu direalisasikan Ahok-Djarot bila terpilih lagi. Selain mengandalkan sosok Djan sebagai 'vote getter', kontrak politik ini juga dipercaya mereka punya daya tarik.
"Setelah deklarasi kemarin, ada kontrak politik. Itu sudah disepakati bersama. Sebelumnyapun sudah ada pembicaraan terkait poin-poin kontrak politik yang penyusunannya bukan tanpa perdebatan. Ternyata dari sebagian yang kami usulkan sudah dijalankan Pak Ahok," kata Sudarto.
(dnu/imk)










































