"Sejak awal (bulan) puasa begini," kata seorang sopir truk sampah dari Kalideres, Jakbar, saat ditemui detikcom di Bantargebang, Selasa (18/10/2016).
Para sopir cuma bisa pasrah saat mengantre di sejumlah titik pembuangan di TPST Bantargebang. Ada yang harus menunggu hingga 10 jam untuk membuang sampah dari Jakarta. Tampak antrean 16 truk memanjang ke belakang menunggu giliran pembuangan sampah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Ibnu Hariyanto-detikcomTruk sampah Jakarta antre di TPST Bantargebang, Bekasi, Selasa (18/10/2016). |
Menurut dia, antrean terjadi karena lokasi tempat pembuangan akhir sampah kini hanya berada di Bantargebang. Padahal dulu, lokasi pembuangan sampah juga berada di Jakarta. "Dulu ada di Cakung," sebutnya.
Bukan cuma itu, keterbatasan alat di TPST Bantargebang termasuk sarana pengolahan yang kapasitasnya di bawah volume sampah, membuat pembuangan tersendat.
Namun belum ada perwakilan TPST Bantargebang yang bisa dikonfirmasi mengenai antrean truk sampah ini.
Foto: Ibnu Hariyanto-detikcomTruk sampah Jakarta antre di TPST Bantargebang, Bekasi, Selasa (18/10/2016) |











































Foto: Ibnu Hariyanto-detikcom
Foto: Ibnu Hariyanto-detikcom