'Tong kosong' dijadikan perbandingan karena Djan Faridz sudah ditinggalkan oleh loyalisnya, Abraham Lunggana (Lulung). Wakil Ketua DPRD DKI itu menolak mendukung Ahok dan merapat ke pesaing yaitu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Bahkan, Lulung sudah menemui Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan mendapat ucapan terima kasih.
Romi mengatakan bahwa Lulung sudah 30 tahun bersama Djan. Menurutnya, simpatisan Djan Faridz di Jakarta selama ini digerakkan oleh Lulung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Lulung Dukung Agus-Sylvi, Djan: Saya Tempatkan Dia Jadi Mata-mata
Definisi kosong itu adalah karena kepengurusan PPP yang dipimpin Djan Faridz tidak memiliki keabsahan dari pemerintah. Hingga saat ini, kubu Romi lah yang memegang SK dari Menkum HAM.
"Secara kultural, tak ada satupun ulama yang selama ini menjadi basis PPP bersama dia. Bahkan Kiyai Nur Iskandar yang dia catut namanya jelas-jelas mendukung Agus-Sylvi, bahkan dilakukan di pondoknya di Kedoya," tutur Romi.
"Ketiga, loyalisnya tak ada satupun yang mendukung langkahnya (Djan)," tandasnya.
Dukungan PPP Djan ke Ahok-Djarot sendiri sudah resmi dideklarasikan kemarin di Kantor DPP PPP. Gubernur dan Wagub DKI Jakarta itu meneken kontrak politik serta dipakaikan peci hitam.
Usai pemberian dukungan, Djan menepis anggapan bahwa dukungannya ke Ahok hanya tong kosong. "Nanti kita lihat, nanti saya buktikan pasukan saya berapa banyak. Ratusan ribu kalau di Jakarta," ucap Djan
Baca Juga: PPP Djan Tak Kantongi SK Menkum HAM, Djarot: Kami Butuh Pendukungnya
PPP Djan juga memastikan bahwa dukungan kader DKI ke Ahok solid dan jumlahnya besar. Anggota DPRD DKI dari Fraksi PPP diklaim mengarahkan suaranya untuk pasangan yang sudah diusung 4 parpol itu.
"Djan sudah pengalaman memenangkan Fauzi Bowo dan Jokowi. Djan ujung tombak saat menangkan Jokowi, bahkan sentral pemenangan tim ada di rumahnya, Jalan Borobudur. Jadi kekuatan secara formal masih kita pegang basis konstituen DPP," kata Ketua DPP PPP kubu Djan, Akhmad Gojali Harahap.
Tong kosong itu bisa pula jadi berisi bila Menkum HAM Yasonna Laoly mengesahkan kepengurusan PPP Djan Faridz. Seperti diketahui, Djan sudah menyurati Laoly agar menganulir kepengurusan kubu Romi. Laoly pun kini mengkaji permintaan Djan itu. (imk/van)











































