Puluhan Warga Deliserdang Sumut Diduga Keracunan Makanan Hajatan, 1 Tewas

Puluhan Warga Deliserdang Sumut Diduga Keracunan Makanan Hajatan, 1 Tewas

Jefris Santama - detikNews
Selasa, 18 Okt 2016 09:55 WIB
Puluhan Warga Deliserdang Sumut Diduga Keracunan Makanan Hajatan, 1 Tewas
Ilustrasi: Foodbeast/Getty Images
Deliserdang - Puluhan warga di Dusun Sri Mulya B, Desa Sumber Rejo, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) diduga mengalami keracunan makanan. Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia atas nama Misriani (40), alamat rumah Dusun Srimulya B, Desa Sumber Rejo, Kecamatan, Pagar Merbau," kata Kapolres Deliserdang AKBP Robert Da Costa kepada detikcom, Selasa (18/10/2016).

Robert menyatakan, kejadian bermula pada Sabtu (15/10) malam di Dusun Sri Mulya B, Desa Sumber Rejo. Saat itu, ada hajatan yang dilaksanakan oleh salah seorang warga setempat yang ada di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang punya hajatan kemudian mengundang warga setempat," sambungnya.

Setelah acara tersebut, para undangan kemudian membawa makanan dari tempat hajatan itu. Warga kemudian menikmati makanan yang dibawa pulang.

"Keesokan harinya, warga yang menikmati makanan yang dibawa pulang itu kemudian mengalami sakit perut. Namun, tidak segera ke Puskesmas, hanya meminum obat yang dibeli dari warung," ujar Robert.

Pada Senin (17/10) siang, salah seorang warga sempat di rawat di Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam, Deliserdang selama 5 jam, namun tidak tertolong dan meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia bernama Misriani (40)," sebut Robert.

Selain korban meninggal dunia, ada 36 warga yang sedang dirawat. Ke-36 warga tersebut dirawat di 3 tempat yakni Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Pakam, Rumah Sakit Sari Mutiara Lubuk Pakam dan Puskesmas Pagar Merbau.

"Rinciannya, 13 orang diopname di Rumah Sakit Daerah Lubuk Pakam, 21 orang warga diopname di Rumah Sakit Sari Mutiara Lubuk Pakam dan 2 orang di opname di Puskesmas Pagar Merbau," jelas Robert.

Terkait hal tersebut polisi telah mengambil barang bukti makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.

"Kita meminta kepada keluarga yang meninggal dunia untuk dilakukan autopsi, namun pihak keluarga keberatan sehingga dibuat surat pernyataan terkait hal itu. Kita juga sedang memintai keterangan kepada yang punya hajatan," tutup Robert. (bag/bag)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini