Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin kepada detikcom, Senin (17/10/2016), Presiden Jokowi meminta agar proyek pembangunan infrastruktur listrik di Papua bisa dipercepat penyelesaiannya.
Pasalnya, sampai sat ini rasio elektrifikasi di Papua baru mencapai angka 47 persen, artinya masih terdapat 53 persen penduduk Papua belum menikmati listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ke Papua, Jokowi Resmikan 6 Infrastruktur Listrik
Jokowi mengakui bahwa membangun infrastruktur di tanah Papua tidaklah mudah, berbeda dengan membangun di wilayah lain di Indonesia. Namun medan yang sulit itu dikatakan Jokowi, tidak bisa semata-mata dijadikan alasan.
"Inilah tantangan program proyek yang ada di Papua dan Papua Barat, medannya berat. Saya tahu tapi jangan diundur-undur. Saya minta semuanya dimajukan," kata Jokowi.
Untuk diketahui, Jokowi meresmikan enam proyek pembangunan pembangkit listrik di Papua. Keenamnya ialah Pembangkit Listrik Tenaga Air Orya Genyem 2 x 10 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro Prafi 2 x 1,25 MW, Saluran Udara Tegangan Tinggi 70 kilo Volt Genyem-Waena-Jayapura sepanjang 174,6 kilometer sirkit, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt Holtekamp-Jayapura sepanjang 43,4 kilometer sirkit, Gardu Induk Waena-Sentani 20 Mega Volt Ampere, dan Gardu Induk Jayapura 20 Mega Volt Ampere.
Turut mendampingi Jokowi dalam kesempatan itu bu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Papua Lukas Enembe dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir.
(jor/miq)










































