Salah satu saksi, Rini mengatakan kebetulan saat itu dia melintas di depan rumah korban dan melihat api dari dalam ruang tamu seperti sedang bakar sampah. Ia kemudian bertanya kepada warga sekitar mengenai kobaran api yang ada di dalam ruangan itu.
"Apinya itu kayak tungku atau kayak bakar sampah tapi di dalam rumah. Saya tanya ibu-ibu yang sedang menyapu, itu ada orangnya atau rumah kosong, ternyata ada," kata Rini.
Foto: Angling Aditya Purbaya/detikcomKorban kebakaran dibawa ke RSUP dr Kariadi |
Warga langsung berbondong-bondong datang dan berusaha mendobrak pintu untuk memadamkan api menggunakan alat seadanya. Pemadam kebakaran juga dihubungi dan datang empat mobil.
"Menjelang Maghrib saya lewat, ikut memadamkan, diguyur. Ada empat pemadam, tapi api sudah berhasil dipadamkan warga," kata ketua RW setempat, Rohmat.
Rohmat sempat mencari penghuni rumah dan terkejut karena diberitahu serta melihat sendiri jenazah korban berada di antara dipan yang hangus di ruang tamu.
"Yang terbakar cuma ruang tamu. Saya diberitahu ternyata pak Dedi sudah terbakar," ujarnya.
Tim Inafis Polrestabes Kota Semarang kemudian datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah kemudian dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk dilakukan visum setelah mendapat persetujuan kerabat korban yang juga datang ke lokasi.
Kapolsek Tembalang, Kompol Subagyo mengatakan korban yang merupakan pensiunan PNS itu tinggal sendirian. Korban menjadi tuna netra karena menderita diabetes sehingga harus berhenti dari pekerjaannya.
"Diabetes bertahun-tahun dan tidak bisa melihat," kata Subagyo.
Terkait penyebab pasti kebakaran, lanjut Subagyo, sementara diduga akibat obat nyamuk bakar yang ditemukan di sekitar korban. Menurut keterangan warga, korban memang kerap membakar obat nyamuk sendiri di dalam rumah.
"Jadi kondisi di ruangan banyak tumpukan kertas dan sisa makanan. Info dari saksi pertama kemungkinan obat nyamuk jatuh atau bagaimana," ujarnya. (alg/kff)












































Foto: Angling Aditya Purbaya/detikcom