Kasubdit Resmob Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Iya benar. Anggota dari Resmob dan Jatanras sedang melakukan cek TKP," ujar Budi saat dikonfirmasi detikcom, Senin (17/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, tangga eskalator yang menjadi lokasi kejadian tidak beroperasi. Dua orang anggota polisi dari Polda Metro Jaya datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Seorang SPG sebuah counter perawatan tubuh yang terletak di belakang eskalator membenarkan adanya kejadian itu.
"Iya tadi siang kejadiannya. Tapi anaknya enggak sampai putus tangannya, cuma luka gitu saja," ujar SPG yang enggan disebutkan namanya itu.
Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.40 WIB. Saat itu, korban bersama ibunya, Quarantino turun dari lantai ground ke lantai lower ground.
Pada saat berada di tangga eskalator, korban jongkok di atas tangga eskalator sambil tangannya memainkan karet handle eskalator. Mendekati ujung eskalator, tangan korban tertarik masuk ke dalam handrel eskalator sehingga terjepit dan tak bisa dibuka.
Peristiwa itu membuat ibu korban panik dan pengunjung pun berkerumun. Tidak lama, sekuriti mal datang bersama petugas safety mall dan mengeluarkan pergelangan tangan korban.
Penyelamatan tersebut berlangsung selama 15 menit. Korban menangis selama proses penyelamatan tersebut.
Korban selanjutnya dibawa ke RS Pertamina. Beruntung, dari hasil pemeriksaan dokter tidak ada tulang yang retak atau patah hanya memar saja.
(mei/miq)










































