Soalnya, simpatisan Djan Faridz di Jakarta selama ini digerakkan oleh Abaraham Lunggana (Lulung). Sedangkan Lulung diketahui sudah merapat ke Agus-Sylviana.
"Secara riil, lengan operasional Djan Faridz hanya Lulung di DKI. Kalau dia ke Agus-Sylvi, dukungan Djan Faridz ya hanya seremoni hari ini. Pada konteks ini, Ahok-Djarot dijadikan etalase Djan Faridz saja dalam rangka manuver di internal PPP," tutur Romi saat berbincang, Senin (17/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lulung, sorot Romi, sudah 30 tahun bersama Djan. Kini Djan malah mendukung Ahok. Cuma tong kosong saja yang diberikan Djan kepada Ahok-Djarot.
"Jadi dukungan Djan Faridz itu ibarat peribahasa, tong kosong nyaring bunyinya," ujar Romi.
Kosong dalam artian secara keabsahan hukum, menurut Romi, Djan tak punya sandaran kuat. Apapun yang terjadi, dukungan terhadap Agus-Sylvi yang sudah didaftarkan ke KPU DKI tak bisa direvisi.
"Kedua, secara kultural, tak ada satupun ulama yang selama ini menjadi basis PPP bersama dia. Bahkan Kiyai Nur Iskandar yang dia catut namanya jelas-jelas mendukung Agus-Sylvi, bahkan dilakukan di pondoknya di Kedoya," tutur Romi.
"Ketiga, loyalisnya tak ada satupun yang mendukung langkahnya (Djan)," tandas Romi.
Baca Juga: PPP Djan Dukung Ahok, Menkum Masih Kaji Pembatalan Kubu Romi (dnu/imk)











































