"Ahok itu cuma gayanya saja mungkin karena jengkelnya saja (kepada korupsi). Itu karena gayanya saja (marah-marah). Kalau kamu tanya saya, biasa saja, enggak marah-marah. Marah-marah itu identik dengan anti korupsi atau enggak kan belum tentu," kata
juru bicara Tim Pemenangan Ahok Djarot, Miryam Haryani saat dihubungi, Senin (17/10/2016).
Dia mengatakan bahwa Ahok-Djarot sudah pasti antikorupsi. Program pemberantasan korupsi juga telah dijalankan ketika Ahok-Djarot memimpin Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian dia membuat APBD yang digelar, itu kan suatu kemajuan yang luar biasa. APBD dibedah dan rakyat bisa melihat APBD seperti apa. Dan masyarakat bisa menilai. Itu kan bagus keterlibatannya," kata Miryam.
Menanggapi bergabungnya Adnan ke kubu Anies-Sandi, Miryam menghormati tiap tokoh masyarakat yang ingin membangun Jakarta.
"Namun perlu digarisbawahi, no SARA, tunjukan program kerjanya, dan apa yang sudah diperbuat," kata Miryam.
Sebelumnya, Adnan Pandu Praja telah memutuskan menjadi bagian dari tim pemenangan bakal cagub dan cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Salah satu alasannya dia mendukung Anies-Sandi adalah komitmen keduanya mencegah dan memberantas korupsi di Jakarta.
Menurutnya, Anies-Sandi memiliki kombinasi karakter dan visi yang baik dalam mengatasi masalah korupsi. Tak harus galak, niat membangun sistem agar praktek korupsi terminimalisir menjadi satu hal yang membuat Adnan "kepincut" dengan duet Anies-Sandi.
"Iya dong (masalah korupsi menjadi prioritas -red). Saya enggak akan dukung dia kalau dia enggak akan fight terhadap korupsi," kata Adnan saat berbincang dengan detikcom lewat telepon, Minggu (16/10). (imk/imk)











































