Bersihkan Reruntuhan, Alat Berat Mulai Dikirim ke Simeulue
Sabtu, 02 Apr 2005 01:25 WIB
Banda Aceh - Baru 17 orang yang dipastikan meninggal dunia akibat bencana alam gempa bumi di beberapa kawasan di Simeulue, Aceh. Sementara itu untuk mempercepat proses pembersihan reruntuhan mulai dikirimkan alat-alat berat melalui Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar. Kapal KM Kuala Bate, yang biasanya mengangkut barang dari Sinabang ke Labuhan Haji, hari Jumat (1/4/2005) ini tiba di Pelabuhan Krueng Raya. Kapal ini akan membawa alat berat dan avtur untuk mempermudah pengangkutan dengan helikopter. "Supaya cepat," jelas Pelaksana Tugas Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Azwar Abubakar pada wartawan di Pendopo Gubernur NAD, Banda Aceh, Jumat (1/4/2005).Azwar menambahkan, saat ini kapal yang mengirim logistik berupa beras sebanyak 60 ton telah tiba di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil. Menurutnya, persedian tersebut cukup untuk kebutuhan selama satu bulan. "Selain alat berat dan logistik, kita juga akan segera mengirim tenda-tenda karena ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan sekarang mengungsi ke gunung-gunung," tambahnya. Dari pantauan perjalanan Azwar sehari setelah gempa berkekuatan 8,7 skala richter pada Senin (29/3/2005) malam lalu, hampir 70 persen bangunan beton rusak parah dan tidak bisa dihuni lagi. Sementara Wapres Jusuf Kalla dijadwalkan akan mengunjungi Simuelue pada Sabtu (2/4/2005) ini. Kunjungan ini serangkaian dengan kunjungan Wapres ke Sibolga dan Nias, Sumatera Utara.
(gtp/)











































