SBY Sudah Jawab Surat DPR Soal Insiden Komisi II-Jakgung

SBY Sudah Jawab Surat DPR Soal Insiden Komisi II-Jakgung

- detikNews
Sabtu, 02 Apr 2005 00:20 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menjawab surat yang dilayangkan DPR perihal kekecewaan DPR atas insiden yang terjadi dalam rapat kerja gabungan Komisi II dan Komisi III DPR dengan Jaksa Agung Abdul Rahman. Menurut Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Presiden SBY mengaku dapat memahami penyesalan yang disampaikan pimpinan DPR sehubungan dengan insiden tersebut. "Tiga-empat hari yang lalu saya sudah berikan kepada pimpinan DPR. Sudah dijawab. Surat itu presiden yang menjawab bukan saya," kata Yusril dalam jumpa pers usai rapat terbatas persiapan pelaksanaaan KTT AA yang dipimpin Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (1/4/2005). Presiden, menurut Yusril, juga menjelaskan sudah berbicara dengan Jaksa Agung Abdul Rahman dan memintanya agar tetap menjaga sopan santun dalam melakukan hubungan kemitraan dengan sesame lembaga tinggi negara, termasuk dengan DPR. Jaksa Agung juga sudah memahami dan sudah mengingatkan bawahannya untuk tetap mematuhi etika dan sopan santun. "Sudah menjadi komitmen kita bersama untuk mematuhi etika dan sopan santun itu. Dan dalam surat itu juga dikatakan Presiden sekali lagi menegaskan keinginannya untuk meneruskan kerjasama dengan DPR sesuai mekanisme konstitusi UU yang berlaku," jelas Yusril. Namun perihal permintaan DPR agar presiden menegur terhadap jaksa agung, Yusril menyatakan itu tidak bisa dilakukan. Sebagai sesama lembaga negara, DPR dan Pemerintah tidak bisa mencampuri kewenangan masing-masing. Yusril mencontohkan pemerintah tidak bisa sembarangan meminta MA menegur hakim anggotanya bila pemerintah tidak puas dengan keputusan MA. Menurut Yusril itu akan menjadi preseden yang buruk. "Pemerintah juga bisa tidak puas dengan anggota DPR, nanti minta Ketua DPR menegur. Kewenangan tegur menegur adalah kewenangan presiden, jangan dicampuri kewenangan presiden. Saya kira orang juga bisa tidak puas, mungkin anggota-anggota DPR juga 1-2 orang juga kurang sopan santunnya dalam berbicara tapi kita diam saja," demikian Yusril Ihza Mahendra. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini