"Jadi di sini nanti saya akan bicara tentang teman-teman pemuda Tunas Indonesia Raya (TIDAR), menceritakan tentang visi misi juga teknik teknik batasan batasan dalam berkampanye, teman teman akan membantu kegiatan kampanye, jadi siang hari ini saya akan bicara mengenai itu," kata Anies.
Hal tersebut disampaikan Anies sebelum memberikan ceramah di Pelatihan TIDAR (organisasi sayap kanan resmi Gerindra) di Pusdiklat Kominfo, Jalan Raya Kelapa Dua No.49D, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Anies mengatakan anak muda sangat aktif di media sosial. Sehingga di momen pilkada ini, sudah saatnya menawarkan sejumlah gagasan kreatif untuk memajukan kota Jakarta, melalui media sosial yang dikomandoi para anak muda ini.
"Anak anak muda banyak yang aktif di dunia media sosial, penting bagi kita untuk menjaga bahwa kampanye pilkada adalah festival gagasan. Justru sekarang kita harus menawarkan ide-ide festival karya, menunjukkan apa yang sudah dikerjakan, dan festival rencana, apa-apa saja rencana untuk Jakarta," jelasnya.
Selain itu kampanye sehat melalui media sosial juga dimaksudkan agar para pemilih awal tersebut tak terjebak dengan berbagai macam jenis kampanye hitam.
"Jadi yang penting pada teman-teman muda ini menjaga agar tidak terjebak dalam kampanye kampanye yang sifatnya hitam, dan juga menjaga agar tidak terus kita pertahankan," kata Anies.
"Jadi kita ingin menunjukan bahwa ruang untuk ekspresi di Jakarta, Insya Allah akan kita tambah, dan kalau ruang untuk ekspresi ada siapa yang akan menggunakan, anak anak muda-lah yang paling membutuhkan ekspresi seni, ekspresi budaya," ucap mantan Mendikbud itu. (rni/miq)











































