Dijelaskan oleh Ketua DPP Partai Golkar Tantowi Yahya, rombongan Golkar yang pulang dari China adalah dirinya, Novanto, Nurul Arifin, Roem Kono, dan Robert Kardinal. Mereka ini telah selesai menghadiri acara 'The CPC in Dialogue with The World', sekalian pula bersilaturahim dengan elite Komite Sentral Partai Komunis China.
Mereka pulang menggunakan pesawat rute Chong Qing RRC-Hongkong-Denpasar. Namun gara-gara gangguan di Bandara Ngurah Rai Denpasar itu, mereka harus singgah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menggunakan Maskapai Garuda. Kapten pesawat menjelaskan Makassar menjadi pilihan pengalihan karena Bandara Juanda di Surabaya penuh.
"Sempat satu jam tak boleh keluar pesawat (di Makassar), sekarang sudah sampai di Ngurah Rai Bali," kata Tantowi.
(Baca juga: Delay Akibat Runway Bandara Ngurah Rai Terkelupas Berakhir Usai 2 Jam)
Usai mendarat, Setya Novanto menghubungi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, agar perkara delay ini perlu dibereskan. Soalnya, Bandara Ngurah Rai adalah bandara internasional yang perlu dijaga betul pelayanannya.
"Tadi juga Pak Setya Novanto menelpon Pak Menteri Perhubungan, menyampaikan bahwa hal ini perlu menjadi perhatian," kata Tantowi.
(idh/dnu)











































