Eks Pimpinan KPK Jadi Timses Anies-Sandi, PKS: Ini Bukti Bersihkan Korupsi

Eks Pimpinan KPK Jadi Timses Anies-Sandi, PKS: Ini Bukti Bersihkan Korupsi

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
Minggu, 16 Okt 2016 07:35 WIB
Eks Pimpinan KPK Jadi Timses Anies-Sandi, PKS: Ini Bukti Bersihkan Korupsi
Eks Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Wakil Ketua KPK periode 2011-2015 Adnan Pandu Praja telah menyatakan dirinya masuk ke dalam bagian tim pemenangan Anies-Sandi untuk Pilgub DKI Jakarta. Masuknya Adnan dinilai akan menguatkan visi transparansi anggaran yang digadang Anies-Sandi.

Politisi PKS sekaligus Ketua Timses Anies-Sandi Mardani Ali Sera menyatakan, bergabungnya Adnan menjadi bukti bahwa Anies-Sandi adalah pasangan yang siap menyatakan perang terhadap korupsi.

"Kami tentu bahagia dengan masuknya Pak Adnan. Ada dua alasan, pertama ke dalam akan lebih mengukuhkan kebersihan dan transparansi proses di internal. Kami sudah menandatangani Pakta Integritas. Tim Pemenangan Anies Sandi akan lebih kukuh dengan masuknya Pak Adnan ke dalam," kata Mardani melalui pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (15/10/2016) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, kata Mardani, masuknya mantan petinggi KPK tersebut akan makin menguatkan visi Anies-Sandi dalam hal transparansi anggaran dalam pembangunan Ibu Kota. Transparansi yang kuat menurutnya akan menjadikan pembangunan yang lebih pro rakyat kecil.

"Ke luar akan memastikan rancangan program pembangunan DKI akan kuat pada upaya untuk transparan, adil dan berpihak pada rakyat kecil karena kita bisa jaga dari kepentingan kelompok besar," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, salah satu alasan Adnan Pandu Praja mau menjadi timses Anies-Sandi adalah karakter kedua pasangan ini yang komitmen dalam memberangus korupsi. Menurut Adnan, tak perlu melulu menjadi seorang pemimpin yang galak untuk mengatasi persoalan korupsi.

Dalam pandangannya, yang terpenting adalah seorang pemimpin mampu membangun sistem berlapis pencegahan korupsi di berbagai sektor.

"Kita sudah tahu apa dan bagaimana galak, menurut gubernur yang sekarang. Sebenernya menurut saya adalah orang itu takut sanksi kan nah kalau kemudian tegas dengan sanksi yang terukur itu pasti dimanapun di pemerintah dia akan baik, jauhi korupsi. Nah, di KPK Hongkong itu melakukan penelitian, ada 10 karakteristik pemimpin kepala daerah yang ideal di seluruh dunia, ini kajian," beber Adnan saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/10) malam. (wsn/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads