"Saya setuju pidato Pak Jokowi harus ada transportasi udara untuk memperpendek waktu tempuh. Sehingga daerah ini dapat disebut sebagai tourism area. Karena tidak banyak potensi disini selain keindahan alamnya. Kemanapun anda pergi disini, anda melihat alam dan alami," kata Oesman di kediaman pribadinya di Jalan Kota Karang, Desa Sutra, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Sabtu (15/10/2016).
Hal ini diucapkan Oesman usai kunjungan kerja di acara puncak Sail Karimata 2016 di Pantai Pulau Datok, Kayong Utara. Menurutnya, sangat disayangkan apabila banyak wisatawan ingin berkunjung ke Kayong Utara tetapi masih dibatasi akses transportasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oesman mengatakan bahwa Jokowi menganalogikan dengan bandara Silangit di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. "Silangit dulu ragu-ragu bikin bandara. Dulu dicoba satu pesawat, eh sekarang sudah lima pesawat yang beroperasi setiap hari di sana," lanjut Oesman.
Oesman juga optimis untuk mendorong pembangunan bandara di Kayong Utara. Hal ini dikarenakan Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid mengatakan sulit untuk membangun bandara diatas lahan gambut.
"Mana ada lahan yang susah untuk dibangun, tergantung keinginan saja," lanjut Oesman.
Sebelumnya, Jokowi juga berharap agar infrastruktur di Kayong Utara segera dibangun agar menjadi tempat tujuan wisata yang menarik.
"Di sini kalau saya lihat ada potensi untuk wisata pantainya, saya kira penataan di beberapa tempat. Tadi malam saya lihat, nanti ini saya lihat lagi mungkin kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan infrastruktur memang harus difokuskan terutama saya belum lihat mungkin airportnya," kata Jokowi saat meresmikan Masjid Agung Oesman Al-Khair, Kab. Kayong Utara. (dnu/dnu)











































