Menengok Kampung Batik Imogiri Bantul, Wisman Asyik Pegang Canting

Menengok Kampung Batik Imogiri Bantul, Wisman Asyik Pegang Canting

Edzan Raharjo - detikNews
Minggu, 16 Okt 2016 00:43 WIB
Menengok Kampung Batik Imogiri Bantul, Wisman Asyik Pegang Canting
Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Bantul - Batik telah diakui dunia sebagai warisan budaya dari Indonesia. Warga negara asing kini juga banyak yang belajar untuk bisa membatik.

Kampung Batik Giriloyo di Imogiri, Bantul, DIY menjadi salah satu tempat untuk wisata minat khusus belajar membatik bagi para turis asing. Lokasi kampung Batik ini tidak jauh dari makam Raja-Raja Imogiri. Alam pedesaan yang asri masih kental di kampung Batik ini.

Warga asing yang sedang belajar mengaku membatik memang bukan hal yang mudah, butuh ketelitian dan ketelatenan. Namun para wisatawan mancanegara (wisman) ingin belajar membatik sampai bisa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga negara Jepang, Tsukasa (35), terlihat asyik memegang canting dan menitik lelehan malam di kain putih. Dia mengatakan baru pertamakalinya belajar membatik. Karena di negaranya di Jepang memang tidak ada. Menurutnya, membatik itu sangat menarik meski sulit. Dan ia ingin belajar terus apalagi jika ada kesempatan untuk datang lagi di kampung Batik Imogiri Bantul.

Tsukasa belajar membatik (Edzan/detikcom)Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Tsukasa belajar membatik (Edzan/detikcom)


"Banyak motifnya, ada bunga, wayang, burung. Setiap motif ada arti filosofinya, saya mau belajar filosofinya juga, itu alasanya yang menarik. Saya mau kombinasikan dengan Kimono," kata Tsukasa di kampung Batik Giriloyo, Imogiri, Bantul, DIY, Sabtu (15/10/2015).

Pengawas paguyuban kampung Batik Giriloyo, Imogiri, Agus Basuki mengatakan sejak Yogya menjadi kota batik dunia, banyak wisatawan asing yang datang. Selama tahun 2016 sudah 15 ribu pengunjung yang datang untuk belajar membatik yang 20 persenya adalah turis asing. Warga Indonesia yang berkunjung berasal dari Jawa maupun luar Jawa. Mereka akan dipandu oleh para perajin batik tulis Imogiri. Jumlah pemandu yang siap sebanyak 60 pemandu. Batik hasil karyanya boleh dibawa pulang.

Menengok Kampung Batik Imogiri Bantul, Turis Mancanegar Asyik Pegang CantingFoto: Edzan Raharjo/detikcom


"Disini dikembangkan batik tulis warna alam yang banyak disukai warga negara asing terutama dari Jepang dan Eropa. Motif yang disenangi motif-motif dari keraton, ada Sidomukti, Sidoasih, Sidoluhur, dan lain-lain,"kata Agus Basuki.

Menurutnya, di kampung Giriloyo terdapat 1.500 perajin batik tulis. Semenjak menjadi desa wisata mulai tahun 2009 terus berkembang. Jika dulunya perajin batik tulis penghasilanya hanya Rp 5 ribu per hari, sekarang meningkat menjadi Rp 30 ribu-Rp 50 ribu per hari. Selain itu juga muncul juragan-juragan batik tulis lebih banyak.


Menengok Kampung Batik Imogiri Bantul, Turis Mancanegar Asyik Pegang CantingFoto: Edzan Raharjo/detikcom
(dnu/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads