Ini disampaikannya kepada perserta Diklatnas HIPMI IV, di Gedung Panca Gatra Lembaga Ketahanan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (15/10/2016).
"Sesudah itu (menjadi menteri) saya jadi warga negara biasa, dan jadwal saya lebih sibuk saat selesai jadi menteri. Nah tiba-tiba nama saya muncul di survey jadi calon gubernur DKI, padahal kampanye enggak pernah, kunjungan ke pasar enggak pernah, daftar sana-sini enggak pernah. Itukan artinya ada aspirasi, akhirnya saya diundang oleh partai politik. Artinya saya diundang untuk mengurusi Jakarta," kisahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum menerima tawaran Partai Politik yang mengusungnya, Anies sempat merenung dan berdiskusi dengan keluarga. Setelah berfikir kehadirannya sebagai solusi, dia pun mantap menuju kursi DKI 1.
"Saya ketika diminta mengurusi Jakarta sempat merenung, istikharah diskusi dengan istri, ibu, dan keluarga, kesimpulannya, jika saya dianggap solusi saya siap. Tapi saya tidak pernah menawarkan diri. Jadi saya siap siapapun yang undang kalau saya sebagai alternatif dalam kondisi saat ini," jelasnya lagi. (dnu/dnu)











































