Sandi yang mengenakan kaos biru dan celana panjang warna krem ini tiba di kompleks perumahan tersebut sekitar pukul 15.40 WIB. Setelah meladeni permintaan foto para ibu, dia menuju ke lokasi acara silaturahmi dengan Relawan Anies-Sandi (Rasa) yang berada di bawah tenda putih memanjang di area tersebut.
Dalam sesi tanya jawab, ada salah satu warga yang mengadukan ribetnya yel-yel PKK mereka. Ibu-ibu tersebut meminta agar yel-yel PKK diganti atau dikembalikan dengan yel-yel sebelumnya yang lebih sederhana. Mendengar keluhan tak terduga tersebut, Sandi tampak kaget. Dia meminta sang ibu penanya untuk menyanyikan yel-yel PKK yang dianggap ribet itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga lainnya meminta Sandi untuk menghapuskan aplikasi Qlue yang merupakan media pengaduan warga DKI kepada Pemprov DKI Jakarta. Sebab menurut mereka, aplikasi Qlue justru merepotkan ketua RT dan RW. Selain itu, dana operasional RT-RW juga dinilai terlalu kecil.
"Saya tahu benar karena bapak saya jadi ketua RT selama 6 periode. Jadi saya tahu dana operasional kurang. Memang jangan dipotong, justru harus dinaikkan. Saya komit untuk itu," tegasnya.
Di akhir acara, Sandi sempat meminta maaf kepada warga yang mayoritas ibu-ibu tersebut, atas keterlambatan kehadirannya dalam acara tersebut. Sandi mengaku, di jadwal yang dia pegang, agenda di perumahan Taman Villa pukul 15.30 WIB. Sementara jadwal dari anak buahnya yang diberitahukan kepada para undangan adalah pukul 13.00 WIB.
"Saya minta maaf karena terlambat. Saya telat karena dijadwal saya pukul 15.30 WIB, sedangkan yang diterima ibu-ibu pukul 13.00 WIB. Tapi enggak papa, pemimpin yang baik enggak nyalahin bawahannya," kata Sandi sambil tersenyum.
(khf/imk)











































