Aksi 'nekat' Tuti usir pendemo terjadi pada (22/3/2016) lalu. Saat itu, Tuti 'melawan' pendemo sopir taksi yang merusak taman di depan Balai Kota. Bahkan Tuti menggetok pendemo dengan gagang sapu.
Baca juga: Emosi Bu Tuti Kepada Pendemo: Jangan Injak Tanaman, Saya Capek Ngerawatnya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi saya sudah di sini mulai pukul 06.00 WIB. Ini perbaikan akibat taman yang dirusak pendemo," kata Tuti sambil mengumpulkan tanaman yang dirusak pendemo.
Dengan topi ungunya yang dipakai senada saat bertemu Ahok, Tuti mengambil tanaman hias bernama coctus yang dirusak pendemo. Kemudian tanaman tersebut dikumpulkannya untuk dibawa ke mobil Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI.
Baca juga: Ahok Beri Bu Tuti Ponsel Berkamera untuk Foto Perusak Taman
Tuti harus bekerja keras membersihkan taman bersama 14 rekan kerjanya berjibaku memperbaiki taman yang rusak. Mereka juga menyangkul tanah yang rusak akibat diinjak-injak pendemo. Kemudian tanah tersebut digemburkan kembali untuk ditanami bibit tanaman yang didatangkan dari kebun bibit Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI.
Baca juga: Massa Pendemo Ahok Salat Asar Berjamaah di Depan Balai Kota
Ahok sudah memaafkan aksi pendemo yang merusak taman depan Balai Kota. Bahkan Ahok tidak menuntut rugi pada mereka.
"Kami maafkan saja soal taman. Tinggal perbaiki," kata Ahok saat dihubungi detikcom, Jumat (14/10/2016).
(nwy/try)











































