Djafar datang ke taman di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (15/10/2016) sekitar pukul 08.45 WIB. Dia tampak mengenakan kaos hijau dan topi bercorak loreng. Djafar didampingi Kepala Seksi Jalur Hijau Suku Dinas Pertamanan Jakarta Pusat Gunarto.
Foto: Haris Fadhil/detikcom |
Hingga pukul 09.15 WIB Djafar masih memantau dan bertanya-tanya kepada 15 orang pekerja yang sedang memperbaiki taman yang rusak. Ditargetkan taman tersebut selesai diperbaiki hari ini.
Foto: Haris Fadhil/detikcom |
Sementara itu, 15 petugas berjibaku memperbaiki taman yang rusak. Mereka menyangkul tanah yang rusak akibat terinjak-terinjak. Kemudian tanah tersebut digemburkan kembali. Tanaman yang rusak lalu dimasukkan ke plastik besar untuk dibawa oleh petugas lainnya.
Foto: Haris Fadhil/detikcom |
Bibit tanaman akan didatangkan dari kebun bibit dari Dinas Pertamanan DKI untuk mengganti tanaman yang rusak. Sementara tanaman hias yang rusak yang tidak ada bibitnya akan dibeli untuk pengganti.
Foto: Haris Fadhil/detikcom |
Tanaman hias di depan Balai Kota DKI Jakarta rusak akibat ulah pendemo pada Jumat (14/10) sore. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah memaafkan aksi pendemo tersebut. Bahkan dia tidak menuntut rugi pada mereka.
"Kami maafkan saja soal taman. Tinggal perbaiki," kata Ahok saat dihubungi detikcom, Jumat (14/10/2016).
Foto: Haris Fadhil/detikcom |
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcomTanaman rusak akibat demo |
Foto: Hasan AlhabshyDemo FPI Jumat (14/10/2016) |












































Foto: Haris Fadhil/detikcom
Foto: Haris Fadhil/detikcom
Foto: Haris Fadhil/detikcom
Foto: Haris Fadhil/detikcom
Foto: Haris Fadhil/detikcom
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Foto: Hasan Alhabshy