Saat kejadian, korban dan gerombolan geng motor membawa senjata tajam dan memasuki gang lingkungan rumah pelaku dengan melompati portal. Portal itu dibuat warga karena lingkungan setempat sering terjadi tawuran.
Korban dan gerombolannya kemudian merusak warung milik nenek Hamzah. Tidak hanya itu, ayah pelaku juga mengalami luka di bagian kakinya akibat lemparan batu dari kelompok korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Awi memastikan polisi juga akan menyelidiki peristiwa penyerangan tersebut dan mencari para pelakunya.
Paman Hamzah, Samid mengatakan, yang dilakukan Hamzah itu terkait dengan kondisi yang sangat terdesak. Saat itu kelompok penyerang masuk ke kampung Rawabogo.
"Kalau sampai dikeroyok bagaimana? Yang mengeroyok itu pakai senjata tajam, ratusan orang," ujar Samid saat ditemui di rumahnya di Kampung Rawabogo, Jatiasih, Bekasi.
"Apakah harus kebacok dulu baru lapor apa bela diri? Harus bagaimana coba," sambung Samid.
Samid mengatakan kelompok penyerang jelas-jelas memiliki tujuan untuk berbuat onar. Itu terbukti dari waktu kedatangan geng motor pada dini hari.
"Menurut Anda kalau orang dari Cipayung ke sini jam empat pagi ngapain?" kata Samid. (mei/fdn)











































