Isak Tangis di Pemakaman Korban Dimas Kanjeng Ismail Hidayah

Isak Tangis di Pemakaman Korban Dimas Kanjeng Ismail Hidayah

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 14 Okt 2016 18:04 WIB
Isak Tangis di Pemakaman Korban Dimas Kanjeng Ismail Hidayah
Istri Ismail dan Anaknya Menangis (Foto: Ghazali Dasuqi/detikcom)
Situbondo - Jenazah Ismail Hidayah (43), korban pembunuhan yang diduga dilakukan pengikut pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi akhirnya dimakamkan oleh pihak keluarga. Ismail Hidayah dimakamkan berdampingan dengan makam orangtua istrinya, Bibi Resemjan.
 Isak Tangis di Pemakaman Korban Dimas Kanjeng Ismail HidayahFoto: Ghazali Dasuqi/detikcom

Pemakaman jenazah Ismail disamping makam mertuanya yang bernama Amir Khan dan Bibi Asiyah itu berlangsung di TPU Tanjungsari, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (14/10/2016).
 Isak Tangis di Pemakaman Korban Dimas Kanjeng Ismail HidayahFoto: Ghazali Dasuqi/detikcom

Pengamatan detikcom, Isak tangis keluarga mengiringi prosesi pemakaman Ismail. sebelum dibawa ke TPU, jenazah Ismail disalatkan lebih dulu di Masjid Miftahul Huda, di Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan. Saat jenazah Ismail tiba di masjid, sebagian warga tidak bisa menutupi kesedihannya. Mereka teringat kebaikan dan jasa Ismail dalam pembangunan masjid tersebut.

"Almarhum itu orangnya dermawan dan suka membantu. Air Conditioner (AC) di masjid ini juga dibelikan almarhum," tukas Agus, salah seorang warga.
 Isak Tangis di Pemakaman Korban Dimas Kanjeng Ismail HidayahFoto: Ghazali Dasuqi/detikcom

Usai disalatkan, jenazah Ismail dibawa ke mobil ambulans. Dengan pengawalan polisi, jenazah langsung dibawa menuju ke TPU Tanjungsari, yang berjarak sekitar 5 km dari masjid. Ratusan pelayat mengiringi prosesi pemakaman almarhum yang juga dikenal jago silat tersebut.
 Isak Tangis di Pemakaman Korban Dimas Kanjeng Ismail HidayahFoto: Ghazali Dasuqi/detikcom

Istri Ismail, Bibi Resemjan, juga ikut hadir dalam pemakaman jenazah suaminya. Mengenakan kerudung warna hitam, wanita yang biasa disapa Neng itu tampak tabah, meski sesekali dia juga terlihat mengucurkan air mata. Dia juga terus mengapit kedua putranya yang masih kecil, hasil pernikahannya dengan Ismail yakni Syah Haidar Abdoul Haq (6,5) dan King Abdoul Haq (11).

Saat peti jenazah suaminya mulai diturunkan, tangisan Bibi sempat pecah. Keluarganya menenangkannya agar bersabar menghadapi cobaan tersebut. Sambil menyeka air mata kedua anaknya, wanita 41 tahun itu sesekali juga terlihat menciumi pipi kedua bocah yang kini menjadi yatim itu. Usai pemakaman, Bibi sempat histeris sambil menciumi batu nisan makam suaminya.
 Isak Tangis di Pemakaman Korban Dimas Kanjeng Ismail HidayahFoto: Ghazali Dasuqi/detikcom

Jenazah Ismail, korban pembunuhan yang diduga dilakukan pengikut pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi diserahkan ke pihak keluarga Kamis (13/10/2016). Jenazah Ismail sebelumnya diautopsi di RS Bhayangkara Polda Jatim. Autopsi dilakukan terkait dengan proses penyidikan yang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. Sebelum diautopsi, jenazah sempat dimakamkan di pemakaman milik RSUD Waluyo Jati Kraksaan, di Kelurahan Kandang Jati kulon, Kota Kraksaan pada (2/6/2016) lalu. Jasad Ismail dimakamkan di Kraksaan karena saat itu identitasnya belum diketahui. Sebelum dimakamkan di Kraksaan, jasad Ismail ditemukan terkubur di Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan, pada (5/2/2016) silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keluarga meminta jasad almarhum Ismail dipindah ke pemakaman keluarga, setelah yakin jenazah itu adalah Ismail Hidayah. Karena sebelumnya keluarga memang sempat tidak yakin itu jasad Ismail. Keyakinan itu muncul salah satunya setelah mendengar keterangan dari para tersangka," kata Asman Afif Ramadhan, kuasa hukum Bibi Resemjan, usai pemakaman.

Baca juga: Tentang Ismail, Eks Pengikut Ternyata Dibunuh Anak Buah Dimas Kanjeng (fat/nwy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads