Menurut Jayabaya, setelah 20 hari merenung, ia mengaku telah salah memilih dukungan. Alasan lain, Jayabaya mengaku karena partai PDIP sedikit terlambat menetapkan nama calon gubernur dan wakil gubernur.
"Setelah 20 hari merenung, saya salah mendukung yang lain. Yang jelas saya bisa dimarahi ketua umum," ujar Jayabaya yang juga politisi PDIP di Hotel Istana Nelayan JL. Gatot Subroto, Jatiuwung, Kota Tanggerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, ketua tim sukses internal pemenangan Rano-Mulya, TB Hasanuddin menyambut kembalinya Mulyadi Jayabaya untuk mendukung calon yang sudah diusung partai.
TB Hasanuddin bercerita, begitu ia mendengar nama Jayabaya mendung Wahidin-Andika, dirinya langsung menelpon Jayabaya. Dan begitu diminta kembali, Jayabaya menurutnya langsung mengiyakan.
"Saya dapat info ada namanya (Jayabaya) di sana, ini sohib saya, kemarin bertelepon. Kak bantu saya. Ya sudah selesai," ujar TB Hasanuddin. (bri/erd)











































