DetikNews
Jumat 14 Oktober 2016, 18:06 WIB

Dukung Polri Usut Pengoplosan Beras Bulog, Mentan: Bongkar Sampai Akarnya

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Dukung Polri Usut Pengoplosan Beras Bulog, Mentan: Bongkar Sampai Akarnya Mentan Amran Sulaiman/Foto: Ari Saputra
Makassar - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendukung upaya Bareskrim Polri membongkar penyelewengan distribusi beras cadangan Bulog. Mentan ingin Bareskrim menuntaskan perkara ini dengan mengungkap semua pihak yang terlibat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri dan kami berterimakasih. Dulu prestasi yang dibuat Kementan adalah masalah pupuk oplosan dan 40 orang berhasil dipenjarakan. Sekarang ini beras dan ini yang menyakitkan bagi kita orang kecil dan petani, jadi kami minta ini dibongkar sampai akar-akarnya," ujar Amran usai menghadiri Panen Pedet, di Desa Holu, Kecamatan Kohu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (14/10/2016).

Proses hukum terhadap para penyeleweng beras rakyat ini ditegaskan Amran tak boleh dibiarkan. Sebab penyimpangan distribusi membuat rugi masyarakat.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri sudah menetapkan 6 orang tersangka dalam kasus pengoplosan beras Bulog. Polisi juga menyita beberapa dokumen termasuk bukti pembayaran (transfer) dari Distibutor tidak resmi untuk pembelian beras CBP.

Para tersangka yakni AD pejabat Bulog DKI, kemudian TID, SAA, CS dan J sebagai distributor beras yang memperoleh beras secara ilegal. Satu tersangka lainnya berinisial A lebih dulu ditangkap. A diduga mencampur beras subsidi.

Pengusutan kasus ini berawal dari terungkapnya penyalahgunaan di salah satu gedung beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Polisi yang menelusuri akhirnya menemukan ada 800 ton beras impor lagi milik PT. DSU di gudang lain.
(adf/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed