"Kami sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri dan kami berterimakasih. Dulu prestasi yang dibuat Kementan adalah masalah pupuk oplosan dan 40 orang berhasil dipenjarakan. Sekarang ini beras dan ini yang menyakitkan bagi kita orang kecil dan petani, jadi kami minta ini dibongkar sampai akar-akarnya," ujar Amran usai menghadiri Panen Pedet, di Desa Holu, Kecamatan Kohu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (14/10/2016).
Proses hukum terhadap para penyeleweng beras rakyat ini ditegaskan Amran tak boleh dibiarkan. Sebab penyimpangan distribusi membuat rugi masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para tersangka yakni AD pejabat Bulog DKI, kemudian TID, SAA, CS dan J sebagai distributor beras yang memperoleh beras secara ilegal. Satu tersangka lainnya berinisial A lebih dulu ditangkap. A diduga mencampur beras subsidi.
Pengusutan kasus ini berawal dari terungkapnya penyalahgunaan di salah satu gedung beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Polisi yang menelusuri akhirnya menemukan ada 800 ton beras impor lagi milik PT. DSU di gudang lain. (adf/fdn)










































