Menag mengakui gelaran pilkada kerap menimbulkan semacam friksi di tengah masyarakat karena adanya pandangan berbeda antara yang satu dengan yang lain. Dalam kondisi seperti itu, menurutnya, agama semestinya dapat menjadi faktor pemersaru bangsa.
"Sebagai bangsa religius, seharusnya agama bisa dijadikan faktor positif dalam menjaga kebersamaan, kesatuan dan persatuan bangsa," ujar Lukman di kantornya, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karenanya tadi, dari hasil pertemuan disepakati beberapa hasil. Pertama, kita sepakat, agama harus digunakan sebagai sesuatu yang positif," kata Lukman.
Ia menambahkan, kedamaian harus dijaga demi menjunjung tinggi nilai yang dikandung dalam agama. Tapi yang tak kalah penting, agama justru harus digunakan untuk menumbuhkan kesadaran agar dapat terjaganya persaudaraan, mampu menebarkan kemaslahatan, kemanfaatan dan pada akhirnya menimbulkan kesejahteraan perdamaian hidup bersama.
Lukman mengatakan, agar agama tidak dijadikan alat untuk menjelekkan atau mendiskreditkan pihak lain. Ia mengimbau agar agama tidak digunakan untuk mengkonfrontasi pihak lain.
"Kedua, bagi semua pasangan calon yang ada di tingkatan provinsi maupun juga kabupaten/kota, juga di kalangan tim sukses masing-masing dan media, kita imbau untuk menjadikan agama sebagai hal yang positif. Untuk hal-hal yang sifatnya promotif. Bukan yang konfrontatif. Jadi jangan agama untuk menjelekkan, mendiskreditkan dan hal-hal negatif yang lain," tutur Lukman.
Dalam pertemuan tersebut juga disoroti tentang peran media untuk memberikan kontribusi positif dalam upaya menjaga dan merawat kehidupan beragama. Menag juga meminta para pemuka agama melalui forum kerukunan agama di semua provinsi dan kabupaten untuk mengundang para paslon di daerah masing-masing. Ia berharap dapat terciptanya persamaan persepsi untuk menciptakan pilkada yang damai.
"Sehingga pilkada ini dapat menguji kita sebagai bangsa yang demokratis yang baik. Karena kita dikenal sebagai bangsa besar yang demokratis. Dan sekaligus juga jadi ujian agar kita dapat lolos darinya agar nilai agama pun dapat hidup bersama dengan praktik demokrasi ini," harapnya.
(jbr/rvk)











































