Bareskrim Polri Terus Kembangkan Kasus Beras Oplosan

Bareskrim Polri Terus Kembangkan Kasus Beras Oplosan

Bartanius Dony A - detikNews
Jumat, 14 Okt 2016 12:01 WIB
Bareskrim Polri Terus Kembangkan Kasus Beras Oplosan
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Penyidik Bareskrim Polri masih mengembangkan penyidikan terkait kasus pengoplosan beras Bulog. Penyidik tengah menggali keterangan 6 orang tersangka termasuk meneliti bukti-bukti yang didapat.

"Sampai saat ini masih kita lakukan pemeriksaan. Kita tentukan nanti bagaimana peran masing-masing," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di kantor Bareskrim, Jl Medan Merdeka Timur, Jumat (15/10/2016).

Para tersangka yakni AD pejabat Bulog DKI, kemudian TID, SAA, CS dan J sebagai distributor beras yang memperoleh beras secara ilegal. Satu tersangka lainnya berinisial A lebih dulu ditangkap. A diduga mencampur beras subsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita temukan beberapa dokumen, terkait bukti digital yang kita olah di dalam PC," kata Agung menyebutkan barang bukti yang disita.

Pengusutan kasus ini berawal dari terungkapnya penyalahgunaan di salah satu gedung beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Polisi yang menelusuri akhirnya menemukan ada 800 ton beras impor lagi milik PT. DSU di gudang lain.

Para tersangka dikenakan pasal pidana pada UU Pangan, UU Perdagangan, UU Perlindungan Konsumen, UU Tipikor dan TPPU. (rvk/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads