"Informasinya (unjuk rasa) pukul 13.00 WIB, diharapkan masyarakat luas agar tidak terprovokasi dengan ajakan-ajakan yang sifatnya unjuk rasa, hal-hal bersifat anarkis, kepolisian mengimbau untuk tidak perlu mengikuti kegiatan tersebut," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/10/2016).
Boy menekankan agar masyarakat tidak terbujuk ajakan untuk melakukan tindakan anarkis meskipun unjuk rasa menjadi bagian dari hak masyarakat. Dia berharap para pengunjuk rasa mengedepankan ketertiban dan hak pengguna jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengimbau agar pengunjuk rasa mengeluarkan aspirasinya sesuai koridor hukum dan tetap menjaga ketertiban umum dan memperhatikan pengguna jalan raya. Dia berharap agar masyarakat juga tidak panik dan khawatir akan kerusuhan.
"Kita tidak perlu khawatir berlebihan kami berkeyakinan masyarakat beda sekarang kondisinya lebih baik memahami hak dan kewajiban, sudah tidak zamannya anarkis," lanjutnya.
Polri sendiri akan mengedepankan upaya persuasif dan preventif dengan mengerahkan 3.500 personel siaga dari Satpol PP dan Dishub untuk mengelola arus lalin. Titik yang akan diutamakan disekitar Jalan Medan Merdeka agar mengganggu masyarakat yang ingin ke Stasiun Gambir, Masjid Istiqlal, ke kantor pemerintahan hingga Kedubes AS.
(rvk/rvk)











































