Polisi Imbau Massa yang akan Aksi di Balai Kota Tak Ganggu Pengguna Jalan

Polisi Imbau Massa yang akan Aksi di Balai Kota Tak Ganggu Pengguna Jalan

Nathania Riris Michico - detikNews
Jumat, 14 Okt 2016 11:35 WIB
Polisi Imbau Massa yang akan Aksi di Balai Kota Tak Ganggu Pengguna Jalan
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar/ Foto: Ari Saputra
Jakarta - Sejumlah massa akan menggelar unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta hari ini. Informasi yang didapat Polri, unjuk rasa akan dilakukan setelah salat Jumat dan diharapkan agar masyarakat tidak mengikuti aksi tersebut.

"Informasinya (unjuk rasa) pukul 13.00 WIB, diharapkan masyarakat luas agar tidak terprovokasi dengan ajakan-ajakan yang sifatnya unjuk rasa, hal-hal bersifat anarkis, kepolisian mengimbau untuk tidak perlu mengikuti kegiatan tersebut," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/10/2016).

Boy menekankan agar masyarakat tidak terbujuk ajakan untuk melakukan tindakan anarkis meskipun unjuk rasa menjadi bagian dari hak masyarakat. Dia berharap para pengunjuk rasa mengedepankan ketertiban dan hak pengguna jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Utamakan menjaga kepentingan hak-hak orang lain karena unjuk rasa sudah pasti berada pada ruang publik di jalan raya, tempat umum yang tentu lokasi itu juga bagian dari hak masyarakat lainnya seperti para pengguna jalan raya," kata Boy.

Dia mengimbau agar pengunjuk rasa mengeluarkan aspirasinya sesuai koridor hukum dan tetap menjaga ketertiban umum dan memperhatikan pengguna jalan raya. Dia berharap agar masyarakat juga tidak panik dan khawatir akan kerusuhan.

"Kita tidak perlu khawatir berlebihan kami berkeyakinan masyarakat beda sekarang kondisinya lebih baik memahami hak dan kewajiban, sudah tidak zamannya anarkis," lanjutnya.

Polri sendiri akan mengedepankan upaya persuasif dan preventif dengan mengerahkan 3.500 personel siaga dari Satpol PP dan Dishub untuk mengelola arus lalin. Titik yang akan diutamakan disekitar Jalan Medan Merdeka agar mengganggu masyarakat yang ingin ke Stasiun Gambir, Masjid Istiqlal, ke kantor pemerintahan hingga Kedubes AS.


(rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads