Mengintip Aksi Blusukan 'Bukan Obral Janji' Agus Yudhoyono

Mengintip Aksi Blusukan 'Bukan Obral Janji' Agus Yudhoyono

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 14 Okt 2016 11:27 WIB
Mengintip Aksi Blusukan Bukan Obral Janji Agus Yudhoyono
Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom
Jakarta - Cagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mulai roadshow memperkenalkan diri kepada masyarakat Jakarta. Dengan tangan terbuka, Kuda Hitam Cikeas ini menampung keluh kesah warga dan menawarkan solusi.

Agus ingin melihat permasalahan warga Ibu Kota secara utuh dan rasional lewat aksi blusukan ke sejumlah tempat, seperti mengunjungi Rusunawa Sindang, Koja, Pasar Sindang dan kampung nelayan Muara Angke.

Mantan Danyon 203/Arya Kemuning itu lebih memilih memanfaatkan waktu dengan berbagai kegiatan sosialisasi dibanding mengumbar janji-janji. "Saya tidak mau obral janji, bagi saya kontrak politik yang sah ketika seorang dilantik menjadi pejabat publik dalam hal ini gubernur Jakarta, itu kontrak politik bagi warga Jakarta. Tentu saya hindari berpikir terkotak-kotak, menghabiskan energi untuk melakukan kotrak politik dengan (salah satu) segmen masyarakat sedangkan segmen lain butuh perhatian," ungkap ayah satu putri ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedatangan Agus yang didampingi istri tercintanya, Annisa Larasati Pohan, sontak menyedot perhatian warga. Momen pertemuan ini tidak disia-siakan warga untuk mengutarakan dukungannya kepada putra sulung Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, ini. Warga mencurahkan permasalahan mulai dari sewa Rusunawa, himpitan ekonomi hingga fasilitas umum yang belum baik.

Agus menyimaknya dengan seksama dan siap mengkaji program-program yang tidak pro rakyat bila terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017 hingga 2022 ini.

Berikut aksi AHY:

Turunkan Sewa Rusunawa

Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom
Warga Rusunawa Sindang, Koja, Jakarta Utara banyak sekali mencurahkan keluh kesahnya kepada Agus mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP) hingga harga sewa rusunawa.

Salah satunya yang berkeluh kesah adalah Fatimah. Menurut Fatimah, saat ini harga sewa rusunawa mencapai Rp 70 ribu hingga Rp 460 ribu.

Fatimah juga menuturkan jika warga rusunawa telat bayar, dendanya pun besar. Menanggapi itu, Agus pun akan mengusahakan untuk menurunkan harga sewa jika jadi gubernur.

"Per bulan Rp 460 ribu ya? Mudah-mudahan bisa turun lagi. Saya insya Allah kalau ada kesempatan untuk memimpin, saya akan menurunkan lagi," kata Agus Harimurti Yudhoyono di Rusunawa Sindang, Koja, Jakut, Selasa (11/10/2016).

"Nanti saya juga akan buat masjid. Dengan adanya tempat ibadah, insya Allah nantinya anak-anak kita akan menjadi anak sholeh dan sholehah," lanjutnya.

Agus juga menyampaikan bahwa denda yang harus dibayarkan warga rusun yang telat bayar sangat tinggi. Hal itu tak sebanding dengan penghasilan warga. "Saat ini biaya dendanya tinggi. Masih terlalu tinggi," tegas Agus.

Pasar Tradisional Higienis

Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom
Setelah mengamati Pasar Sindang, Agus mengaku memiliki berbagai ide untuk perbaikan pasar-pasar tradisional. Selama ini, pasar tradisional biasanya terlihat kotor dan bau. Namun ke depan jika terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta, pasar tradisional akan dibuat lebih nyaman dan sehat.

"Pasar tradisional tentunya kita ingin lebih higienis, lebih layak, sehingga jangan sampai di situ justru tidak sehat," kata Agus di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (11/10/2016).

Menurut Agus, jika kondisi pasar sehat, pengunjung akan lebih nyaman. Sehingga pasar tradisional juga akan terus hidup.

Dia juga melihat para pedagang di pasar tradisonal sungguh-sungguh mencari nafkah. Mereka rela berjibaku dengan bau yang kurang nyaman dan suasana yang sesak. Oleh karena itu, menurutnya, pasar tradisional harus terus dipertahankan dan diselamatkan dari gempuran mini market.

"Kita juga bisa tetap mengembangkan semua potensi di wilayah, tapi harus ada tempat untuk pasar tradisional yang lebih baik ke depannya," ujar Agus.

Tata Pemukiman dan Fasilitas Umum

Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom
Agus mengunjungi kampung nelayan di Muara Angke, Jakut. Saat menerima Agus, sesepuh Kampung Nelayan bernama Rokhidi menyatakan bahwa warganya mendukung penuh Agus-Sylvi di Pilgub DKI Jakarta.

"Kami masyarakat Kampung Nelayan merasa senang mendapat kunjungan bapak. Ini suatu kehormatan bagi kami," kata sesepuh Kampung Nelayan bernama Rokhidi di Kampung Nelayan, Muara Angke, Jakut, Selasa (11/10/2016).

"Kami semua dukung bapak pokoknya. Kampung Nelayan mendukung Pak Agus dan Bu Sylvi untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI," lanjutnya.

Rokhidi pun sempat mengeluhkan mengenai penghasilannya semakin mengecil semenjak reklamasi. "Dulu sehari kapal kecil Rp 5 juta dapat. Jadi nelayan jadi hidupnya udah minim. Dapat solar saja boleh ngutang," ucap Rokhidi.

Rokhidi pun menjelaskan saat ini ia dan keluarganya masih kontrak rumah. Mendengar hal itu, Agus menjelaskan dirinya akan berpikir keras dan serius ketika jadi gubernur untuk menyelesaikan persoalan ini. "Ini memang sangat memprihatinkan. Tentu kita harus betul-betul melihat secara utuh hingga hasil yang didapat baik. Mohon doanya juga," ungkap Agus.

Agus pun berjanji akan memberikan fasilitas yang baik bagi warga Kampung Nelayan jika dirinya terpilih jadi gubernur. "Pemukiman perlu ditata dengan baik. Harus ada fasilitas lebih baik lagi," tutur suami Annisa Pohan ini.
Halaman 2 dari 4
(aan/van)


Berita Terkait