Banjir Landa Lima Kecamatan di Bandung, 4.861 Rumah Tergenang
Jumat, 01 Apr 2005 19:12 WIB
Bandung -
Banjir melanda lima kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu pada Kamis (31/3/2005) malam hingga Jumat (1/4/1005) dini hari. Lima kecamatan yang dilanda banjir adalah Kecamatan Dayeuh Kolot, Banjaran, Rancaekek, Ketapang, dan Bojongsoang. Banjir yang paling parah terdapat di Kecamatan Dayeuh Kolot di mana genangan air mencapai 2,5 meter. Sekitar 4.861 rumah, lima sekolah, serta puluhan pabrik di tergenang. Warga pun mengungsi ke kantor Kecamatan Dayeuh Kolot, kantor koramil, dan Rumah Sakit Bina Sehat. Warga yang mengungsi ini berasal dari Desa Cangkuang Wetan, Kampung Bojong Sitepus, Kelurahan Pasawahan, Kampung Bojong Asih, dan Kampung Balero. Jumlah pengungsi sekitar 4.000 orang.Menurut Kepala Seksi Humas dan Informasi Kecamatan Dayeuh Kolot, Inen, warga antara lain mengungsi di kantor kecamatan 180 orang, di RS Bina Sehat 125 jiwa, koramil 50, Posko Inti 300 orang, Posko RW 08 600 orang, dan Posko Srikadi 400 orang.Saat ini sudah ada bantuan 20 dus mie instan, empat karung pakaian, satu unit dapur umum. Namun bantuan-bantuan tersebut hanya cukup untuk satu hari saja. "Besok tidak tahu," kata Inen yang dihubung detikcom melalui telepon, Jumat (1/4/2005), Karena itu Inen mengharapkan agar pemerintah segera mengirimkan bantuan tambahan. Selain bantuan makanan juga dibutuhkan lima perahu ukuran enam sampai 10 orang untuk melengkapi tiga perahu yang sudah ada di Dayeuh Kolot.Menurut Inen, banjir yang melanda lima kecamatan tersebut akibat limpahan air dari Majalaya, Pangalengan, serta luapan Sungai Citarum. Mula-mula air menggenang setinggi 50 centimeter dan lama-lama naik hingga 2,5 meter.Juga dijelaskan akibat banjir ini ada ular pyton sepanjang 4,5 meter dan berat 53 yang keluar ke jalan. Ular tersebut berhasil ditangkap dan kini dibawa ke koramil setempat.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































