Demikian disampaikan, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede kepada detikcom, Kamis (13/10/2016). Maruly menjelaskan, operasi premanisme ini dilakukan di sejumlah lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul para preman.
Biasanya, kata Maruly, kelompok preman ini melakukan pemalakan terhadap sopir-sopir angkot. Selain itu masyarakat umum juga acap kali menjadi sasaran pemerasan.
Foto: dok. Istimewa |
"Mereka kita tangkap saat melakukan pemalakan terhadap sopir angkot dan bus kota," kata Maruly.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 14 orang hari ini kita amankan. Mereka ini preman yang sering meresahkan warga dan para sopir angkot dan bus kota," kata Maruly.
Maruly menyebutkan, operasi ini telah dilakukan selama dua hari berturut-turut. Sehari sebelumnya, 6 orang preman berhasil diringkus. Mereka ini selalu melakukan pemalakan di kawasan terminal bus Karta Jaya dan terminal angkot di bawah jembatan Ampera.
Foto: dok. Istimewa |
"Total dua hari ini sebanyak 20 orang preman sudah kita amankan," katanya.
Uniknya dalam razia preman ini, pihak kepolisian meminta mereka untuk menyanyikan lagu Padamu Negeri. Para preman ini ternyata banyak yang tak hafal dengan lirik lagu tersebut.
Beberapa kali pihak kepolisian meminta untuk diulang secara benar. Walau akhirnya para preman ini dapat menyelesaikan lagu tersebut dengan terbata-bata.
(cha/jor)












































Foto: dok. Istimewa
Foto: dok. Istimewa