Para Pemalak Angkot di Palembang Ditangkap dan Disuruh Nyanyi Padamu Negeri

Para Pemalak Angkot di Palembang Ditangkap dan Disuruh Nyanyi Padamu Negeri

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 14 Okt 2016 04:03 WIB
Para Pemalak Angkot di Palembang Ditangkap dan Disuruh Nyanyi Padamu Negeri
Foto: dok. Istimewa
Jambi - Polresta Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar razia preman yang suka melakukan pungli kepada sopir angkot. Uniknya saat ditangkap para preman ini disuruh bernyanyi lagu 'Padamu Negeri', dan banyak dari mereka yang tidak bisa menghafal lirik lagu tersebut.

Demikian disampaikan, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede kepada detikcom, Kamis (13/10/2016). Maruly menjelaskan, operasi premanisme ini dilakukan di sejumlah lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul para preman.

Biasanya, kata Maruly, kelompok preman ini melakukan pemalakan terhadap sopir-sopir angkot. Selain itu masyarakat umum juga acap kali menjadi sasaran pemerasan.
Para Pemalak Angkot di Palembang Ditangkap dan Disuruh Nyanyi Padamu NegeriFoto: dok. Istimewa

"Mereka kita tangkap saat melakukan pemalakan terhadap sopir angkot dan bus kota," kata Maruly.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam operasi ini, lanjutnya, pihaknya juga menyita sejumlah uang hasil pemalakan. Selain itu para preman ini juga diketahui membawa senjata tajam.

"Ada 14 orang hari ini kita amankan. Mereka ini preman yang sering meresahkan warga dan para sopir angkot dan bus kota," kata Maruly.

Maruly menyebutkan, operasi ini telah dilakukan selama dua hari berturut-turut. Sehari sebelumnya, 6 orang preman berhasil diringkus. Mereka ini selalu melakukan pemalakan di kawasan terminal bus Karta Jaya dan terminal angkot di bawah jembatan Ampera.
Para Pemalak Angkot di Palembang Ditangkap dan Disuruh Nyanyi Padamu NegeriFoto: dok. Istimewa

"Total dua hari ini sebanyak 20 orang preman sudah kita amankan," katanya.

Uniknya dalam razia preman ini, pihak kepolisian meminta mereka untuk menyanyikan lagu Padamu Negeri. Para preman ini ternyata banyak yang tak hafal dengan lirik lagu tersebut.

Beberapa kali pihak kepolisian meminta untuk diulang secara benar. Walau akhirnya para preman ini dapat menyelesaikan lagu tersebut dengan terbata-bata.

(cha/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads